Kisah Bakso Pekih di Purwokerto: Dari Tahun Berdiri, Asal Usul Nama, hingga Gerobak Keliling

Kurnia
Bakso Pekih, kuliner legendaris di Purwokerto. (Foto: Dok Seputar Banyumas) 

Bakso Pekih menjadi salah satu nama yang tak terpisahkan dari peta kuliner Purwokerto. Lebih dari sekadar warung bakso, bakso legendaris ini menyimpan kisah panjang tentang perjuangan, konsistensi rasa, dan transformasi usaha kecil yang bertahan lintas generasi.

Bakso Pekih dikenal luas sebagai kuliner legendaris yang berangkat dari gerobak keliling hingga menetap di lokasi tetap yang kini ramai dikunjungi pelanggan setiap hari.

Keberadaan Bakso Pekih tidak hanya mencerminkan perkembangan kuliner lokal, tetapi juga menjadi saksi perjalanan ekonomi rakyat kecil di Purwokerto, Jawa Tengah.

Tahun Berdiri dan Awal Mula Usaha

Melansir akun Instagram resmi @bakso.pekih, dalam gerobak keliling dari tertera bahwa Bakso Pekih mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1980. Usaha ini dirintis oleh Ngatiman.

Pada masa awal, Ngatiman belum memiliki tempat berjualan tetap. Ia menjajakan bakso dengan cara berkeliling menggunakan gerobak, menyusuri berbagai sudut Purwokerto untuk menawarkan dagangannya.

Baca juga  Buat Ibu-ibu atau Bapak yang Sering Belanja ke Pasar, Ini Prediksi Harga Bahan Pokok untuk 25 Oktober 2025 di Banyumas

Model berjualan keliling ini dilakukan selama bertahun-tahun dan menjadi fondasi awal terbentuknya pelanggan setia.

Dari sinilah cita rasa Bakso Pekih mulai dikenal luas, terutama karena kuah kaldunya yang gurih dan baksonya yang kenyal serta padat.

Asal Usul Nama Bakso Pekih

Nama “Bakso Pekih” memiliki keterkaitan erat dengan lokasi berjualan. Setelah usaha bakso keliling tersebut berkembang dan jumlah pelanggan semakin bertambah, Ngatiman akhirnya menetap di sebuah warung sederhana di Jalan Pekih, Purwokerto.

Dari lokasi inilah nama Bakso Pekih diambil. Nama tersebut kemudian melekat dan menjadi identitas usaha hingga sekarang. Jalan Pekih tidak hanya menjadi alamat usaha, tetapi juga bagian dari sejarah yang menguatkan posisi Bakso Pekih sebagai kuliner legendaris Purwokerto.

Dari Gerobak Keliling ke Warung Legendaris

Perjalanan Bakso Pekih dari gerobak keliling menuju warung tetap menjadi bukti konsistensi usaha yang dijalankan selama puluhan tahun. Tanpa konsep modern atau strategi promosi besar-besaran, Bakso Pekih tumbuh secara alami melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.

Baca juga  Alas Pitu Baturraden: Destinasi Wisata Alam Sekaligus Menonton Cowboy Show di Purwokerto

Kesederhanaan tempat tidak mengurangi minat pelanggan. Justru, suasana warung yang apa adanya memperkuat kesan autentik dan tradisional. Hingga kini, Bakso Pekih tetap mempertahankan ciri khas tersebut sebagai bagian dari identitas usahanya.

Melalui pantauan akun akun media sosialnya, pihak Bakso Pekih sudah melakukan restorasi terhadap gerobak dagang yang penuh sejarah itu. Dalam beberapa kesempatan, dibawa ke sebuah event sebagai icon dari kuliner ini.

Bakso legendaris ini menawarkan menu yang relatif sederhana, namun konsisten dari waktu ke waktu. Beberapa menu yang tersedia di antaranya bakso polos, bakso urat, bakso tetelan, bakso telur, serta bakso campur.

Setiap porsi disajikan dengan kuah kaldu sapi yang kuat, mie, serta taburan bawang goreng dan seledri.

Gerobak
Potret restorasi gerobak keliling pertama.  (Foto: Tangkapan layar Instagram @bakso.pekih)

Harga yang ditawarkan pun terjangkau, dengan kisaran Rp18.000 hingga Rp32.000 per porsi, tergantung pilihan bakso.

Kesederhanaan menu dan harga yang bersahabat menjadi salah satu faktor Bakso legendaris ini mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Lokasi dan Jam Operasional

Bakso legendaris ini berlokasi di Jalan Pekih, Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Lokasinya cukup strategis karena tidak jauh dari pusat kota Purwokerto dan mudah diakses menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi online.

Baca juga  Peringati HUT ke-54, Sekda Ajak ASN untuk Merefleksikan Kinerjanya

Warung ini umumnya buka setiap hari mulai pagi hingga malam, pukul 09.00–20.00 WIB. Sedangkan, hari Jumat biasanya tutup untuk istirahat.

Nostalgia Rasa Bakso Era 1980-an

Kisah Bakso Pekih di Purwokerto adalah potret perjalanan usaha kuliner yang berangkat dari kesederhanaan. Dari gerobak keliling pada era 1980-an, hingga menjadi warung bakso legendaris yang tetap bertahan hingga kini.

Bagi pecinta kuliner lokal, Bakso Pekih bukan hanya soal menikmati semangkuk bakso, tetapi juga bagian dari sejarah kuliner Purwokerto yang masih hidup sampai sekarang. Jadi, jika Anda sedang di Purwokerto dan ingin kehangatan bakso bakso di Jalan Pekih ini bisa jadi pilihan. Apalagi jika Anda ingin bernostalgia dengan bakso zaman dahulu.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.