Top 5 Olahraga Kalcer di Purwokerto yang Miliki Potensi Besar Jadi Sport Tourism, dari Lari hingga Padel

Kurnia
Ilustrasi, top 5 olahraga Kalcer di Purwokerto yang memiliki potensi menjadi destinasi _Sport Tourism_ . (Foto: Dok Seputar Banyumas)

Dalam beberapa tahun terakhir, tren olahraga kekinian atau kalcer ( _culture_ ) tumbuh signifikan di Purwokerto, seiring meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat dan kebutuhan ruang sosial masyarakat.

Fenomena olahraga kalcer ini membuka peluang besar bagi Purwokerto untuk berkembang sebagai destinasi _sport tourism_ di Jawa Tengah.

Berikut lima olahraga kalcer yang paling populer di Purwokerto dan dinilai memiliki potensi kuat untuk menarik wisatawan olahraga.

1. Lari, Olahraga Paling Populer di Purwokerto

Lari menjadi olahraga kalcer yang paling masif perkembangannya di Purwokerto. Berbagai event berskala lokal hingga regional rutin digelar, seperti Purwokerto Half Marathon yang berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai daerah.

Selain itu, sejumlah instansi pemerintah dan swasta juga kerap mengadakan lomba lari sebagai bagian dari promosi gaya hidup sehat.

Baca juga  Jadi Tuan Rumah Kejurprov Futsal, Purbalingga Raih Dua Kemenangan di Hari Pertama

Komunitas lari pun menjamur di Purwokerto, mulai dari pelari pemula hingga atlet semi-profesional. Mereka memanfaatkan ruang publik seperti kawasan GOR Satria, jalan protokol kota, hingga rute pedesaan di Banyumas.

Konsistensi event dan komunitas ini menjadikan lari sebagai tulang punggung olahraga kalcer di Purwokerto.

2. Mini Soccer, Olahraga Kalcer Favorit Warga Perkotaan

Mini soccer menjadi cabang olahraga yang mengalami lonjakan peminat, mengikuti tren di kota-kota besar. Dengan format tujuh orang per tim, olahraga ini dianggap lebih praktis dan cocok dengan gaya hidup urban.

Di Purwokerto, lapangan mini soccer tumbuh di berbagai lokasi strategis dan hampir selalu ramai, terutama pada sore hingga malam hari. Pemainnya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja.

Tingginya minat ini menunjukkan bahwa mini soccer memiliki pasar kuat dan berkelanjutan.

3. Tracking, Tren Wisata Alam Gen Z

Memasuki akhir 2025, tracking atau trekking menjadi tren olahraga sekaligus wisata alam di kalangan Gen Z. Purwokerto dan sekitarnya memiliki kekayaan alam yang mendukung aktivitas ini, seperti Curug Penganten, Curug Rambat, dan sejumlah jalur perbukitan di Banyumas.

Baca juga  Gunung Longsor di Darmakradenan, Tim BPBD Terjun ke Lokasi 

Setiap akhir pekan, jalur-jalur tracking ini dipadati pengunjung yang tidak hanya berolahraga, tetapi juga mencari pengalaman alam dan konten media sosial.

Kombinasi olahraga dan wisata alam menjadikan tracking sebagai daya tarik sport tourism yang autentik.

4. Tenis, Olahraga Elite yang Makin Inklusif

Tenis memang kerap dianggap sebagai olahraga elite, namun di Purwokerto citra tersebut mulai bergeser. Lapangan tenis di GOR Satria Purwokerto dan sejumlah tempat penyewaan lainnya rutin digunakan warga lokal.

Menariknya, beberapa perusahaan swasta di Purwokerto telah menyediakan fasilitas tenis bagi karyawan sebagai bagian dari _work-life balance_ . Hal ini mendorong pertumbuhan komunitas tenis dan memperluas segmentasi pemainnya, dari hobi hingga rekreasi profesional.

5. Padel, Olahraga Baru yang Jadi Peluang Bisnis

Padel—atau sering disebut panel—menjadi pendatang baru yang langsung mencuri perhatian. Olahraga raket yang tengah tren di kota-kota besar ini kini hadir di Purwokerto, ditandai dengan berdirinya lapangan padel yang sekaligus menjadi ladang bisnis baru.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena padel dianggap mudah dimainkan dan bersifat sosial. Dengan pertumbuhan fasilitas yang cepat, padel berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan olahraga.

Baca juga  Porprov 2026: KONI Kebumen Wacanakan Penghargaan Peraih Medali Naik 200 Persen

Purwokerto Menuju Kota Sport Tourism

Perkembangan lima olahraga kalcer ini menunjukkan bahwa Purwokerto memiliki ekosistem olahraga yang hidup dan beragam.

Jika didukung dengan promosi, event berkelanjutan, serta infrastruktur yang memadai, olahraga di Purwokerto dapat menjadi penggerak utama sport tourism di Banyumas.

Ke depan, kota ini berpeluang menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang ingin berolahraga sekaligus menikmati pesona alam dan budaya lokal.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.