Drama di Cilacap! Wijayakusuma FC Tersingkir dari Liga 4, Pelatih Semprot Keputusan Wasit

Earlena
Pelatih Wijayakusuma FC Mohamad Yahya memberikan keterangan hasil laga melawan Persebi. (Earlena).

Mimpi Wijayakusuma FC Cilacap untuk melangkah lebih jauh di Liga 4 Jawa Tengah harus kandas secara tragis. Meski tampil dominan di depan pendukung sendiri, Laskar Wijayakusuma dipastikan gagal melaju ke babak 8 besar setelah ditahan imbang 0-0 oleh Persebi Boyolali, Rabu (28/1/2026).

Bertanding di Stadion Wijayakusuma, laga hidup-mati ini berjalan penuh tensi. Namun, sorotan utama justru tertuju pada keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan tuan rumah, selain masalah klasik penyelesaian akhir yang buruk.

Masalah Klasik: Finishing dan Tembok Tebal Persebi

Sejak peluit pertama dibunyikan, Wijayakusuma FC langsung mengambil inisiatif serangan. Berulang kali sisi sayap tuan rumah membombardir pertahanan tim tamu. Namun, disiplinnya lini belakang Persebi membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas serangan meningkat. Pelatih Wijayakusuma FC, Mohamad Yahya, mengakui bahwa anak asuhnya kehilangan ketenangan di zona krusial.

Baca juga  Satu-satunya Wakil Cilacap! Presiden Wijayakusuma FC Serukan Suporter 'Birukan' Stadion Saat Jamu ISP Purworejo

“Pertandingan kali ini memang terjadi masalah di finishing. Menghadapi lawan dengan pertahanan berlapis, saya lihat pemain saya tidak cukup tenang,” ujar Yahya usai laga.

Ia juga memberikan apresiasi pada strategi ‘parkir bus’ yang diterapkan Persebi. “Pertahanan mereka memang cukup bagus. Empat pemain belakang mereka tidak pernah naik sampai setengah lapangan,” tambahnya.

Amarah Pelatih Wijayakusuma FC: Harusnya Penalti, Bukan Diving!

Selain faktor teknis, kepemimpinan wasit menjadi poin panas dalam laga ini. Yahya merasa timnya dirampok dari kesempatan emas di titik putih. Alih-alih mendapatkan penalti saat terjadi insiden di kotak terlarang, pemain Wijayakusuma justru diganjar kartu karena dianggap melakukan diving.

“Harusnya kita dapat penalti, itu sudah jelas. Kenapa tidak dikasih, malah kita dianggap diving,” cetus Yahya dengan nada kecewa.

Rasa frustrasi akibat keputusan wasit dan kegagalan mengonversi peluang matang dinilai menjadi faktor runtuhnya mental bertanding para pemain di menit-menit akhir.

Permohonan Maaf ke Publik Cilacap

Langkah Wijayakusuma FC resmi terhenti di babak 16 besar. Hasil ini menjadi pil pahit bagi suporter setia yang telah memadati stadion. Menyadari ekspektasi besar masyarakat Cilacap, Mohamad Yahya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Baca juga  Wijayakusuma FC Diuntungkan Jelang Lawan Persibat

“Yang terakhir saya ucapkan, saya minta maaf Wijayakusuma FC hanya sampai di 16 besar,” tutupnya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.