7 Fakta Menarik Owabong Purbalingga, dari Kolam Renang Belanda hingga Water Park Terluas di Jawa Tengah

Kurnia
Fakta-fakta menarik yang ada di Owabong Purbalingga. (Foto: owabong.id)

Objek Wisata Air Bojongsari atau biasa dikenal sebagai Owabong, merupakan destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Owabong Purbalingga terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Mengusung konsep water park berbasis alam, Owabong tidak hanya menawarkan wahana permainan air modern, tetapi juga nilai sejarah, budaya lokal, serta fasilitas rekreasi keluarga yang lengkap.

Kombinasi inilah yang menjadikan Owabong sebagai salah satu ikon wisata bahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Purbalingga hingga saat ini.

Sebelum membahas fakta-fakta menariknya, berikut informasi penting yang perlu diketahui pengunjung terkait harga tiket dan jam operasional Owabong Purbalingga.

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Owabong Purbalingga

Owabong Purbalingga menetapkan harga tiket masuk yang relatif terjangkau untuk semua kalangan. Pada hari biasa (weekday) Senin-Jumat, tiket masuk dibanderol Rp25.000 per orang.

Sementara pada akhir pekan (weekend) Sabtu-Minggu, hari libur nasional, atau musim liburan, harga tiket menjadi sebesar Rp35.000.

Baca juga  Wisata Hits Purwokerto: Menara Pandang Teratai, Destinasi Estetik dengan Fasilitas Lengkap

Harga tersebut sudah termasuk akses ke berbagai wahana air utama di dalam kawasan.

Sementara itu, jam operasional Owabong Purbalingga berlangsung setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Waktu operasional ini memungkinkan pengunjung menikmati wahana sejak pagi hingga sore hari dengan lebih leluasa, terutama bagi wisatawan keluarga.

Fakta-Fakta Menarik Owabong Purbalingga

Berikut adalah fakta-fakta menarik lainnya mengenai Owabong Purbalingga yang menjadikannya berbeda dari water park pada umumnya.

1. Air Alami Tanpa Mata Perih

Salah satu keunggulan utama Owabong Purbalingga adalah penggunaan air kolam yang bersumber langsung dari mata air alami. Air ini dikenal jernih, sejuk, dan tidak menyebabkan mata perih karena penggunaan kaporit yang sangat minim.

Kondisi tersebut menjadi nilai tambah bagi kenyamanan pengunjung, khususnya anak-anak.

2. Sejarah Kolam Renang Belanda

Owabong memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Dahulu, kawasan ini dikenal sebagai Pemandian Bojongsari yang dibangun oleh warga Belanda pada tahun 1946.

Awalnya, tempat ini merupakan area rekreasi pribadi sebelum akhirnya dikelola oleh Pemerintah Daerah dan dikembangkan menjadi destinasi wisata publik.

Baca juga  Long Weekend, Bupati Fahmi Blusukan ke Destinasi Wisata, Ada Apa?

Hingga akhirnya,
1 Maret 2005 berlangsung soft opening dan kemudian Grand Opening pada 18 Maret 2005, resmi menjadi Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong).

3. Kolam Ombak Sagara

Salah satu wahana unggulan adalah Kolam Ombak Sagara, yang diklaim sebagai kolam ombak terbesar di Jawa Tengah. Wahana ini menghadirkan sensasi ombak layaknya di pantai, sehingga menjadi favorit pengunjung dari berbagai usia.

4. Wahana Ekstrem dan Seru

Tidak hanya wahana air, Owabong juga menyediakan beragam permainan non-air yang memacu adrenalin. Di antaranya zipline coaster atau kendaraan luncur gantung, flying fox, gokart, hingga 4D Theatre.

Dalam beberapa waktu tertentu contohnya libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), terdapat juga beragam pertunjukan tambahan sebagai contoh flyboard. Kehadiran wahana ini membuat pengalaman wisata semakin variatif.

5. Pasar Gantar yang Unik

Owabong Purbalingga memiliki area unik bernama Pasar Gantar**. Di tempat ini, transaksi antara penjual dan pembeli dilakukan tanpa saling melihat langsung karena terhalang tembok.

Proses jual beli
menggunakan bambu panjang dengan ember di ujungnya, menghadirkan pengalaman wisata budaya yang langka.

Baca juga  Wabup Dimas Tekankan Mitigasi dan Selektif dalam Pemberian Kredit

6. Ritual Tradisi ‘Bersih Sumber’

Menjelang bulan Ramadhan, pengelola Owabong rutin menggelar tradisi ‘Bersih Sumber’ sebagai bentuk rasa syukur atas mata air alami.

Dalam momen tertentu, tradisi ini juga disertai kebijakan akses gratis bagi warga lokal, sehingga mempererat hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

7. Luas Area dan Fasilitas Lengkap

Owabong Purbalingga terus berkembang dari luas awal sekitar 1 hektare menjadi 4,8 hektare. Selain wahana air, tersedia fasilitas pendukung seperti kolam air hangat, terapi ikan, area hijau, hingga penginapan Hotel Owabong yang memudahkan wisatawan menginap di dalam kawasan.

Dengan kekayaan sejarah, air alami yang menyegarkan, wahana lengkap, serta sentuhan budaya lokal, Owabong Purbalingga tidak sekadar menjadi tempat bermain air, tetapi juga destinasi wisata keluarga yang edukatif dan berkarakter.

Ke depan, Owabong diharapkan terus berinovasi dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu water park terbaik di Jawa Tengah.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.