Prabowo Siapkan Gerakan Nasional Rumah Pakai Atap Genteng

Santo
Penggunaan atap genteng diwacanakan Presiden Prabowo Subianto sebagai standar hunian nasional melalui gerakan penggantian atap seng di seluruh Indonesia. (ilustrasi by pexels)

Penggunaan atap genteng diwacanakan Presiden Prabowo Subianto sebagai standar hunian nasional melalui gerakan penggantian atap seng di seluruh Indonesia.

Program yang disebut sebagai gentengisasi nasional ini, bertujuan memperindah wajah permukiman, meningkatkan kenyamanan rumah, sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Presiden Prabowo, penggunaan atap seng masih sangat mendominasi rumah-rumah di berbagai daerah. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal, baik dari sisi estetika lingkungan maupun kenyamanan penghuni.

Atap seng cenderung menyerap panas, mudah berkarat, dan dalam jangka panjang menurunkan kualitas bangunan.

“Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Ini bukan sekadar wacana, tapi gerakan nasional. Proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo, sebagaimana diberitakan tribratanews, Senin (2/2/2026).

Atap Genteng Dinilai Lebih Nyaman untuk Iklim Tropis

atap genteng
Program yang disebut sebagai gentengisasi nasional ini, bertujuan memperindah wajah permukiman. (Ilustrasi by pexels)

Presiden Prabowo menilai atap genteng tanah liat jauh lebih sesuai dengan karakter iklim tropis Indonesia. Material tanah liat memiliki kemampuan meredam panas lebih baik dibandingkan seng, sehingga suhu di dalam rumah menjadi lebih sejuk tanpa ketergantungan berlebihan pada pendingin udara.

Baca juga  Wujud Komitmen Berantas Peredaran, Presiden Prabowo Musnahkan 214,84 Ton Narkoba 

Selain itu, atap genteng juga dinilai lebih tahan lama. Genteng yang melalui proses pembakaran memiliki ketahanan tinggi terhadap hujan, panas, dan perubahan cuaca ekstrem.

Dalam kondisi normal, atap genteng bisa bertahan hingga puluhan tahun, jauh lebih lama dibandingkan atap seng yang rentan berkarat dalam beberapa tahun pemakaian.

Dari sisi visual, genteng juga dianggap memberikan nilai estetika yang lebih baik. Lingkungan permukiman dengan atap genteng dinilai lebih rapi, bersih, dan mencerminkan kualitas hunian yang layak.

Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Produksi Atap Genteng

Dalam pelaksanaan gentengisasi nasional, pemerintah akan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai ujung tombak produksi atap genteng.

Presiden Prabowo menyebut koperasi akan dilengkapi pabrik genteng skala lokal dengan teknologi sederhana dan biaya terjangkau.

“Bahan baku genteng berasal dari tanah, dicampur dengan beberapa zat tambahan, termasuk limbah tertentu, agar lebih ringan dan kuat. Ini bisa diproduksi di daerah,” jelas Prabowo.

Produksi lokal dinilai penting untuk menekan biaya distribusi dan menyesuaikan spesifikasi genteng dengan karakter wilayah masing-masing.

Dengan demikian, gentengisasi tidak hanya memperbaiki kualitas rumah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha baru di tingkat akar rumput.

Baca juga  Pesawat Hilang Kontak: 1 Korban Ditemukan, Evakuasi Diselimuti Kabut

Limbah Abu Batu Bara Jadi Bahan Campuran Genteng

Presiden Prabowo juga mengungkapkan adanya kajian akademis yang menyebut abu batu bara (fly ash) dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran atap genteng.

Inovasi ini dinilai sebagai solusi ganda, yakni meningkatkan kualitas genteng sekaligus mengurangi limbah industri.

Direktur Komersial Mortar Indonesia, Taufiq Hidayat, menyebut pemanfaatan fly ash dalam produksi genteng sudah memungkinkan secara teknis.

Limbah tersebut kini tidak lagi dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3), serta memiliki fungsi perekat yang cukup baik.

Perbandingan Atap Seng vs Atap Genteng

atap genteng
Masih banyak rumah di Indonesia yang menggunakan atap seng karena bobotnya ringan dan pemasangannya cepat. (pexels)

Masih banyak rumah di Indonesia yang menggunakan atap seng karena bobotnya ringan dan pemasangannya cepat. Atap seng juga relatif aman saat gempa karena tidak jatuh dalam bentuk pecahan berat.

Namun, di balik kelebihan tersebut, atap seng memiliki sejumlah kelemahan serius. Seng tidak mampu meredam panas, sehingga rumah terasa gerah.

Selain itu, seng mudah berkarat akibat kelembapan tinggi dan curah hujan di wilayah tropis, yang pada akhirnya memicu kebocoran dan menurunkan estetika bangunan.

Sebaliknya, atap genteng tanah liat unggul dalam hal kenyamanan termal, daya tahan, dan tampilan visual. Kekurangannya terletak pada bobot yang lebih berat dan risiko jatuh saat gempa jika pemasangan tidak diperkuat.

Baca juga  Dukungan Daerah Diapresiasi Nasional, Ratusan Kepala Daerah Raih UHC Awards 2026

Namun, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan sistem penguncian atau pengikatan genteng yang baik.

Biaya Atap Genteng dan Seng Bergantung Produksi Lokal

Dari sisi biaya, harga atap genteng dan atap seng sangat bergantung pada lokasi produksi dan distribusi. Rangka atap genteng memang cenderung lebih mahal karena harus lebih kuat menahan beban, tetapi biaya penutup atap bisa bersaing jika genteng diproduksi secara lokal.

Karena itu, pendekatan produksi berbasis koperasi lokal dinilai menjadi kunci keberhasilan program gentengisasi nasional.

Target Ubah Wajah Indonesia dalam 2–3 Tahun

atap genteng
Prabowo berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah secara signifikan dengan semakin meluasnya penggunaan atap genteng. (pexels)

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh sebelum dan sesudah pelaksanaan program gentengisasi. Ia juga mengajak kepala daerah untuk aktif terlibat dalam upaya memperindah wilayah masing-masing.

“Yang mau kotanya indah, ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin desamu indah,” tegasnya.

Prabowo berharap dalam dua hingga tiga tahun ke depan, wajah Indonesia akan berubah secara signifikan dengan semakin meluasnya penggunaan atap genteng dan berkurangnya atap seng berkarat yang selama ini mendominasi permukiman.

Dengan kombinasi kebijakan nasional, produksi lokal, dan dukungan pemerintah daerah, atap genteng diproyeksikan menjadi simbol baru hunian yang lebih layak, sejuk, dan berkelanjutan di Indonesia.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.