Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Minta Perhutani Bersihkan Potongan Pohon Pinus di Jalur Kalibening–Banjarnegara

Heri C
Puluhan batang kayu bekas potongan pohon pinus yang roboh karena bencana masih terlihat berada pada badan jalan, Kamis (5/2/2026). Kondisi itu bisa membahayakan pengguna jalan. (foto: Heri C)

Pengguna jalan yang melintasi ruas Kalibening–Banjarnegara via Pasar Gripit mengeluhkan keberadaan potongan kayu pinus yang masih berada di badan jalan. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan, terutama pada ruas jalan yang melintasi kawasan hutan pinus Kalibening.

Pantauan di lapangan, potongan puluhan batang kayu pinus yang roboh akibat bencana angin kencang beberapa hari lalu terlihat masih berada di sisi dan sebagian badan jalan. Keberadaan kayu-kayu tersebut mempersempit ruang gerak kendaraan dan menyulitkan pengendara saat berpapasan, khususnya bagi sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Sejumlah pengguna jalan menyebut kondisi ini berpotensi memicu kecelakaan, terlebih saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas akibat kabut dan hujan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

“Kalau berpapasan itu cukup berisiko, apalagi di malam hari. Jalan jadi menyempit karena kayu pinus masih berada di badan jalan,” kata Rudi, pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut, Kamis (5/2/2026).

Rudi khawatir tumpukan kayu pinus dapat bergeser ke badan jalan saat hujan atau tertabrak kendaraan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca juga  Dari Lereng Gunung ke Mancanegara: Produk Olahan Salak Pakelen Naik Kelas Tanpa Pengawet

“Kayu pinusnya sudah beberapa hari belum dipindahkan. Kalau hujan deras atau kondisi gelap, kami khawatir membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Jalan Menyempit, Pengguna Jalan Kesulitan

Tak hanya pengendara roda dua, pengguna jalan lain yakni sopir angkutan juga merasakan dampak langsung dari kondisi tersebut. Jalan yang menyempit dinilai menyulitkan kendaraan bermuatan saat melintas di jalur hutan.

“Kalau bawa muatan dan harus berpapasan, kami harus ekstra pelan dan hati-hati. Harapannya kayu ini segera dibersihkan supaya jalur kembali aman,” kata Wahyu.

Warga dan pengguna jalan berharap pihak Perhutani selaku pengelola kawasan hutan dapat segera melakukan pembersihan dan penataan bekas potongan kayu bencana agar tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.