7 Hari Pencarian Berakhir Nihil, Penambang Pasir Tenggelam di Cilacap Belum Ditemukan

Faiz Ardani
Tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari penambang pasir yang tenggelam di Muara Sungai Serayu, Cilacap. (Basarnas Cilacap)

Harapan menemukan penambang pasir yang hilang di Muara Winong Sungai Serayu, Kabupaten Cilacap, akhirnya harus pupus. Setelah tujuh hari melakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan resmi menutup operasi pencarian terhadap korban tenggelam pada Kamis (5/2/2026) sore tanpa hasil.

Korban bernama Dartono (45), warga Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Ia dilaporkan hilang sejak Jumat (30/1/2026) pagi saat menambang pasir menggunakan perahu di kawasan muara yang dikenal memiliki arus deras dan sulit diprediksi.

Koordinator Tim SAR, Bima Kalih Kahar, mengatakan seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur standar operasi SAR nasional. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.

“Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan, personel, dan peralatan selama tujuh hari. Namun sampai operasi dinyatakan selesai, hasil pencarian masih nihil,” ujar Bima.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam sejumlah Search and Rescue Unit (SRU). Pencarian dilakukan tanpa henti melalui penyisiran darat dan perairan. Jetski, perahu LCR Basarnas, hingga LCR SAR MTA dikerahkan menyisir muara, aliran Sungai Serayu, hingga perairan laut lepas di selatan Cilacap.

Baca juga  Bocah Hanyut di Sungai Serayu Maos Cilacap Ditemukan Meninggal Dunia

Pada hari-hari awal pencarian, tim masih berharap korban dapat segera ditemukan. Namun seiring waktu berjalan, area pencarian terus diperluas hingga belasan kilometer, mengikuti kemungkinan korban terbawa arus kuat menuju wilayah pesisir.

Meski hasil pencarian belum membuahkan titik terang, Tim SAR memastikan upaya tidak sepenuhnya berhenti. Pemantauan secara pasif tetap dilakukan, menunggu kemungkinan laporan dari nelayan atau masyarakat yang beraktivitas di sekitar muara dan pesisir.

“Jika ada informasi atau temuan baru, operasi SAR dapat dibuka kembali,” kata Bima.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat setempat yang ikut membantu pencarian sejak hari pertama.

Berakhirnya operasi SAR ini menandai penantian panjang keluarga korban yang selama tujuh hari berharap kabar baik dari tim pencari. Pihak SAR pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan, khususnya di wilayah muara Sungai Serayu yang memiliki karakter arus berbahaya.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Terbawa Arus Hingga 53 Kilometer, Korban Hanyut di Banjarnegara Ditemukan Meninggal Dunia