Bocah Hanyut di Sungai Serayu Maos Cilacap Ditemukan Meninggal Dunia

Faiz Ardani
Tim SAR evakuasi korban tenggelam di Sungai Serayu Maos Cilacap. (Basarnas Cilacap).
img 20250815 wa0021 Bocah Hanyut di Sungai Serayu Maos Cilacap Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR evakuasi korban tenggelam di Sungai Serayu Maos Cilacap. (Basarnas Cilacap).

SEPUTARBANYUMAS.COM- Duka mendalam menyelimuti warga Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Bocah perempuan berusia enam tahun yang hanyut di Sungai Serayu akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, Jumat (15/8/2025) pagi.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (13/8/2025) sore, setelah terpeleset dan terseret arus deras Sungai Serayu saat bermain di tepi sungai. Sejak saat itu, pencarian dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Cilacap, BPBD, TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Nurul Fauzan, menyampaikan bahwa penemuan korban merupakan hasil kerja keras dan koordinasi semua unsur yang terlibat sejak awal kejadian. Hasil pencarian, korban ditemukan beberapa kilometer arah hilir sungai.

“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan survivor dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 09.20 WIB, sejauh 7,5 kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir sungai. Kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Korban diketahui bernama Radhea Aulia Nisa (6), warga Desa Maos Lor, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap. Tragedi bermula pada Rabu (13/8/2025) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Radhea bersama seorang temannya bermain di tepi Sungai Serayu. Tak lama berselang, ia memutuskan untuk berenang, namun arus sungai yang deras membuatnya terseret dan tenggelam.

Baca juga  Dampak Bimbingan Karir Terhadap Kesiapan Kerja Siswa: Studi Kasus di Sekolah Menengah Kejuruan

Sejak laporan masuk, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai hingga radius beberapa kilometer. Metode pencarian melibatkan perahu karet, dan pantauan di titik-titik rawan, termasuk menggunakan drone thermal.

Dengan ditemukannya korban, Fauzan menyatakan bahwa operasi SAR resmi dihentikan. “Dengan telah ditemukannya survivor, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Dengan ucapan terima kasih, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” ujarnya.