Setahun Pimpin Jateng, Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen dan Perkuat Kolaborasi 35 Daerah

Syarif TM
Anugerah Collaborative Award 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Ekonomi Jateng tumbuh 5,37 persen. (dok. Pemprov Jateng)

Collaborative Government Jadi Fondasi, Kemiskinan Turun ke 9,39 Persen

TEPAT satu tahun memimpin Jawa Tengah, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menegaskan komitmen membangun dengan pendekatan collaborative government. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 5,37 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,66 persen.

Komitmen kolaborasi tersebut ditegaskan dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super tim dalam rangka memberikan pembangunan di wilayah kita,” kata Luthfi.

44 Kampus Sudah Bermitra, 73 MoU Baru Ditandatangani

Sepanjang 2025, tercatat 44 perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan Pemprov Jawa Tengah dalam riset, inovasi kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pada 2026, sebanyak 73 perguruan tinggi kembali menandatangani nota kesepahaman (MoU), dan 123 perguruan tinggi lainnya disiapkan menyusul.

Baca juga  Kolaboratif dan Adaptif! Kalapas Nirbaya Ikuti Studi Lapangan PKA Bersama Dinas Pendidikan Aceh

Beberapa perguruan tinggi penerima penghargaan antara lain:

  • Universitas Diponegoro
  • Universitas Sebelas Maret
  • UIN Walisongo
  • Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Gubernur meminta agar kolaborasi tidak berhenti pada seremoni MoU, tetapi benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat.

Lumbung Pangan Nasional, Ekonomi Tumbuh, dan Investasi Rp88,5 Triliun

Di sektor pangan, Jawa Tengah mempertahankan posisi sebagai lumbung pangan nasional dengan produktivitas padi mencapai sekitar 9,5 juta ton sepanjang 2025.

Dari sisi investasi, realisasi penanaman modal mencapai Rp88,5 triliun. Investasi tersebut mendorong penciptaan lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Tentu saja ini berdampak dan menjadikan ekonomi tumbuh di tengah masyarakat.

Ke depan, Pemprov Jawa Tengah akan memperkuat investasi padat karya, tanpa menutup peluang investasi padat modal, serta mendorong ekonomi hijau melalui insentif dan relaksasi pajak.

Dengan pendekatan kolaboratif lintas daerah dan perguruan tinggi, Jawa Tengah optimistis kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.