Pertanian Naik Kelas! Banjarnegara Manfaatkan Drone untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Syarif TM
Dinas Pertanian Banjarnegara mendukung pemanfaatan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama. Teknologi ini dinilai efektif memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertanian berkelanjutan. (Syarif/SB)

DINAS Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPPKP) Kabupaten Banjarnegara menegaskan dukungannya terhadap pemanfaatan teknologi drone dalam sektor pertanian. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.

Kepala DPPPKP Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi modern dalam pertanian merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.

“Pemanfaatan teknologi, termasuk drone untuk pemupukan dan pengendalian hama, adalah langkah maju dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.

Efisien, Aman, dan Ramah Lingkungan

Firman menjelaskan, penggunaan drone merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah dan industri pestisida dalam merumuskan kebijakan pengelolaan pestisida yang memenuhi standar mutu serta aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

“Teknologi seperti drone ini tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja petani, tetapi juga mendukung produktivitas tanaman secara berkelanjutan,” katanya.

Baca juga  Resmikan Gedung Literasi Konservasi, Bupati Dorong Jadi Pusat Edukasi dan Gerakan Peduli Lingkungan

Menurutnya, harmonisasi pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar penggunaan pestisida tetap efektif tanpa mengabaikan aspek keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Lima Drone Siap Dukung Pertanian Banjarnegara

Saat ini, DPPPKP Banjarnegara telah memiliki lima unit drone pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pemupukan, penyemprotan pestisida, hingga pengendalian gulma.

“Penggunaan drone jauh lebih cepat dan efektif, sekaligus memberikan perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan,” katanya.

Drone tersebut dinilai sangat membantu terutama di wilayah terasering maupun lahan pertanian dengan luasan besar yang sulit dijangkau alat konvensional.

Bagian dari Program Brigade Pangan

Firman menambahkan, drone pertanian merupakan salah satu alat mesin pertanian modern yang disalurkan pemerintah melalui program Brigade Pangan. Ke depan, pengelolaannya akan dilakukan oleh satuan tugas pangan yang telah tersebar di sejumlah wilayah.

“Dengan dikelola satgas pangan, pemanfaatan drone bisa lebih maksimal dan dilakukan secara massif, terutama untuk penanganan hama dan penyakit tanaman,” ujarnya.

Sejalan Regulasi dan Strategi Nasional dalam Ketahanan Pangan

Pemanfaatan drone juga sejalan dengan regulasi pemerintah terkait penggunaan pestisida. Firman menegaskan bahwa setiap pestisida wajib didaftarkan dan memperoleh izin sesuai Permentan Nomor 43 Tahun 2019 sebelum diedarkan.

Baca juga  Panggalih Kembalikan Formulir Calon Ketua PTMSI Banjarnegara

Lebih dari itu, penggunaan teknologi pertanian modern ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menghadapi tantangan sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produktivitas, adaptasi perubahan iklim, hingga penerapan teknologi ramah lingkungan demi mendukung program ketahanan pangan.

“Ini adalah program yang tepat untuk mendukung swasembada pangan, dengan tetap memperhatikan keamanan lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.