Jelang Ramadan, Perajin Combro Banjarnegara Gandakan Produksi hingga Dua Kali Lipat

Syarif TM
Jelang Ramadan, perajin combro kering di Banjarnegara menggandakan produksi hingga 50 kg per hari. Lonjakan permintaan camilan berbuka dan oleh-oleh dongkrak omzet UMKM turun-temurun sejak 1985. (dok. Syarif SB)

MENJELANG datangnya bulan suci Ramadan, geliat usaha mikro di Banjarnegara mulai terasa. Salah satunya terlihat di sentra produksi combro kering milik Sumantri di Kelurahan Kutabanjar, Kecamatan Banjarnegara. Permintaan yang meningkat signifikan membuatnya harus menggandakan kapasitas produksi demi memenuhi pesanan pelanggan.

Lonjakan permintaan ini bukan hal baru. Setiap Ramadan, combro kering menjadi salah satu camilan favorit untuk berbuka puasa sekaligus oleh-oleh bagi keluarga dan kerabat.

Permintaan Naik Drastis, Produksi Combro Capai 50 Kilogram per Hari

Sumantri mengatakan, peningkatan pesanan sudah mulai terasa sejak beberapa pekan sebelum Ramadan. Jika pada hari biasa ia mengolah sekitar 25 kilogram tepung sebagai bahan utama, kini jumlah tersebut meningkat hingga 50 kilogram per hari.

“Kalau mendekati Ramadan, permintaan selalu naik. Banyak yang membeli untuk stok di rumah atau dijadikan oleh-oleh,” ujar.

Combro kering buatannya dipasarkan dalam berbagai ukuran kemasan. Untuk kemasan kecil, harga dijual mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per bungkus, tergantung ukuran. Sementara pembelian dalam jumlah besar dibanderol Rp60 ribu per kilogram.

Baca juga  Jelang Ramadan 2026, Pemprov Pastikan Harga Pangan Stabil di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Usaha Turun-Temurun Sejak 1985, Kini Lebih Tahan Lama

Usaha yang dijalaninya saat ini bukanlah bisnis baru. Berdiri sejak 1985, usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang kini diteruskan Sumantri. Awalnya, orang tuanya memproduksi combro basah berisi sambal tempe yang digoreng langsung untuk konsumsi harian.

Namun karena tidak bertahan lama, Sumantri berinovasi dengan memproduksi combro kering agar lebih awet dan memiliki jangkauan pasar lebih luas. Inovasi ini terbukti mampu menjaga eksistensi usaha sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

Momentum Ramadan pun menjadi berkah tersendiri. Dengan peningkatan produksi dua kali lipat, Sumantri berharap omzet tahun ini ikut terdongkrak dan usaha turun-temurun yang telah menjadi bagian dari kuliner khas Banjarnegara ini tetap bertahan di tengah persaingan pasar.

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!