Kerusuhan di Rembang, PSSI Jateng Harap Sanksi Maksimal

Djamal SG
Persak mengalahkan PSIR Rembang dan berhak ke final Liga 4 Jateng. Usai laga tersebut kerusuhan terjadi. (Instagram PSSI Jateng)

Kerusuhan di Rembang sedang dalam sorotan. PSSI Jateng berharap Komdis PSSI Jateng memberikan sanksi maksimal.

Diketahui usai laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen, terjadi kerusuhan. Penonton masuk lapangan dan membabi buta menyerang wasit. Kejadian ini sangat disayangkan banyak pihak. Bahka, seruan adanya sanksi berat bergema di media sosial.

Laga PSIR vs Persak adalah laga leg kedua semifinal Liga 4 Jateng. Laga yang berlangsung di Stadion Krida Rembang pada Kamis (12/2/2026) itu dimenangkan Persak 2-0. Dengan begitu secara akumulatif, Persak unggul 3-1. Persak berhak lolos ke final dan akan melawan Persibangga Purbalingga pada 16 Februari 2026.

Kerusuhan di Rembang Pelanggaran Berat

Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh mengatakan bahwa Komdis PSSI Jawa Tengah sedang melakukan sidang untuk memastikan penerapan sanksi yang diberikan, sesuai dengan fakta yang ada dan data yang telah dikumpulkan serta saksi-saksi yang dimintai keterangan.

“PSSI Jateng berharap putusan sanksi maksimal dapat diberikan, mengingat kejadian tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran berat. Dengan harapan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali diwaktu mendatang, sebab hal tersebut bukan saja mencoreng nama sepakbola Jawa Tengah, tetapi lebih dari itu hal ini menjadi citra buruk persepakbolaan secara nasional,” kata Ahmad Riyadh seperti dikutip dari website PSSI Jateng.

Baca juga  Sudah 3 Pemain Liga 4 Dihukum Seumur Hidup, Terbaru Kiper PSIR Rembang

Kini tinggal menunggu apa sanksi yang akan diberikan terkait kerusuhan di Rembang tersebut. Diketahui, empat tim dari Jateng sudah lolos ke Liga 4 Nasional yakni PSIR, Persak, Persiharjo, dan Persibangga. Apakah kerusuhan di Rembang akan berdampak pada nasib PSIR?

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.