PSSI Jateng melakukan analisis dan evaluasi terkait pelaksanaan Liga 4 Jateng. Khususnya juga evaluasi pelaksanaan pertandingan. Sekadar diketahui, beberapa laga diakhiri dengan kerusuhan. Termasuk usai laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen.
Usai laga PSIR vs Persak kerusuhan terjadi. Penonton masuk lapangan dan menyerang wasit. Wasit dikeroyok dan pontang-pantig melarikan diri. Atas fenomena itu, evaluasi sistem kompetisi juga mungkin dilakukan PSSI Jateng terkait pelaksanaan Liga 4 Jateng.
“Evaluasi yang kami lakukan termasuk dalam hal sistem kompetisi yang dijalankan. Jika selama ini kompetisi amatir yang dilaksanakan di Jawa Tengah selalu menggunakan system Home and Away, namun selalu memiliki kelemahan pada aspek penyelenggaraan. Dimana banyak pelanggaran terjadi berawal dari tidak terpenuhinya aspek ini dengan baik, serta pelaksanaan regulasi yang buruk,” kata Plt Ketua PSSI Jateng Ahmad Riyadh seperti dikutip dari website PSSI Jateng pada Jumat (13/2/2026).
Riyadh mengatakan, PSSI Jateng akan membicarakan menggunakan sistem Centralized atau Home Tournament. Harapannya dengan sistem itu, pelaksanaan dapat lebih mudah terkontrol. “Tetapi semua akan dimusyawarahkan kepada seluruh klub anggota,” katanya.
Komdis PSSI Jateng Beri Banyak Putusan
Riyahd juga mengatakan, selama penyelenggaraan Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah tahun 2025/2026 yang digulirkan sejak awal tahun ini, Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah telah menerbitkan putusan (lebih dari 90 putusan) bagi Klub maupun Pemain dan Ofisial.
“Jadi sesungguhnya kami sangat serius mengawal Regulasi Kompetisi dan Kode Disiplin PSSI dalam penerapannya sebagaimana seharusnya,” katanya.
Jika misalnya Liga 4 Jateng musim depan disentralisasi, maka tidak akan ada lagi laga kandang yang bisa menyedot banyak penonton. Kemungkinan laga akan sedikit penonton karena sentralisasi.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



