Sambut Ramadan, 900 Warga Desa Bojong Kompak Bersihkan TPU Suromenggolo

Faiz Ardani
Ratusan warga Desa Bojong, Kawunganten Cilacap kerja bakti bersih makam massal menjelang Ramadan. (Faiz Ardani).

Menyambut bulan suci Ramadan, sekitar 900 warga Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, turun tangan membersihkan area pemakaman umum. Kerja bakti massal ini menjadi tradisi tahunan yang bukan hanya bertujuan menata lingkungan, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.

Warga dari delapan dusun terlibat langsung dalam kegiatan bersih makam yang dipusatkan di TPU Suromenggolo. Sejak pagi, mereka membawa berbagai peralatan seperti cangkul, sabit, hingga sapu untuk memangkas rumput liar dan merapikan area makam seluas kurang lebih 2,5 hektare.

Kegiatan ini tak hanya didominasi kaum pria. Para perempuan pun ikut ambil bagian, menunjukkan semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Bersama perangkat desa, warga bahu-membahu menata lingkungan pemakaman agar tampak lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi para peziarah.

 

Tradisi Rutin Jelang Ramadan

Salah satu warga, Suliyati, mengaku mendukung penuh kegiatan bersih makam tersebut. Menurutnya, kebersihan makam penting karena banyak warga yang akan berziarah atau nyekar menjelang Ramadan.

Baca juga  Polisi di Cilacap Larang Odong-Odong Melintasi Jalan Raya, Ini Bahayanya

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, apalagi mau datang bulan puasa. Kalau ada yang mau ziarah makam ini sudah bersih jadi terasa nyaman. Semoga setiap tahun bisa diadakan seperti ini,” ujar Suliyati, Senin (16/2/2026).

Hal senada disampaikan warga lainnya, Agus Pujiarto. Ia mengaku antusias mengikuti kerja bakti karena ingin area makam terlihat bersih dan tidak terkesan menyeramkan.

“Saya sangat antusias dengan warga membersihkan makam, agar bersih dan tidak menakutkan. Harapannya bisa dilakukan setiap tahun supaya makam tidak terlihat seram,” katanya.

 

Ubah Citra Makam Jadi Lebih Nyaman

Kepala Desa Bojong, Siman, menjelaskan kegiatan bersih makam ini rutin digelar setiap tahun oleh pemerintah desa bersama masyarakat menjelang Ramadan. Ia menyebut sekitar 900 warga terlibat dalam kerja bakti massal tersebut.

“Kegiatan ini rutin diadakan setiap tahun oleh Pemdes Bojong bersama masyarakat jelang Ramadan. Tujuannya untuk menciptakan imej bahwa makam tidak menakutkan, jadi bersih dan indah,” kata Siman.

Menurutnya, selain menjaga kebersihan, pemerintah desa juga berupaya meningkatkan fasilitas, termasuk penerangan jalan umum (PJU) di sekitar makam agar area tersebut tetap terang pada malam hari.

Baca juga  Batik Ecoprint Karya Inspiratif Warga Binaan Lapas Cilacap

“Kita adakan kerja bakti massal, setiap dusun ikut. Ke depan makam tetap terjaga, malam juga tidak menakutkan karena lampu PJU menyala. Imej makam Bojong tidak menakutkan lagi,” tambahnya.

Kegiatan ini pun menjadi lebih dari sekadar kerja bakti. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan asri, tradisi tersebut juga memperkuat nilai gotong royong serta menjaga warisan budaya leluhur yang telah berlangsung turun-temurun di tengah masyarakat Desa Bojong.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!