Tim Penggerak PKK Kabupaten Cilacap menggandeng PT Manunggal Perkasa dalam program pelatihan tata boga yang menyasar para kader. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha kuliner yang produktif dan berdaya saing.
Sebanyak 25 kader dari Kecamatan Cilacap Tengah, Cilacap Utara, Cilacap Selatan, Jeruklegi, dan Kesugihan mengikuti pelatihan yang digelar di ruang produksi (baking room) PT Manunggal Perkasa, Senin (16/2/2026). Para peserta mendapat pembekalan mulai dari teknik dasar hingga praktik langsung pembuatan kue.
Aneka produk yang dilatih antara lain soft cookies, bakpia, chiffon cake, dan lidah kucing. Jenis-jenis kue tersebut dipilih karena memiliki permintaan tinggi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, saat kebutuhan camilan dan suguhan meningkat signifikan.
Melalui kolaborasi ini, para kader diharapkan tak sekadar memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan usaha rumahan yang berorientasi pasar. Dengan bekal tersebut, PKK mendorong para peserta untuk menangkap momentum Ramadan sebagai peluang meningkatkan pendapatan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
CSR Dorong Lahirnya UMKM Baru
Personnel & GA Manager PT Manunggal Perkasa, Antun Prabawa, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang rutin digelar.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya sekadar mengisi waktu, tetapi mampu memunculkan dan mengembangkan UMKM baru yang berdampak positif secara ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya pelatihan, peserta juga mendapat dukungan berupa souvenir, bahan baku, hingga bantuan peralatan praktik seperti hand mixer, loyang, pisau potong, dan perlengkapan baking lainnya. Bantuan alat tersebut turut didukung Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap.
Bangun Mental Wirausaha Kader
Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Ira Tanti Syamsul Auliya Rachman, mengapresiasi komitmen PT Manunggal Perkasa dalam mendukung pemberdayaan kader PKK. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai contoh nyata sinergi produktif antara dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan.
“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan keterampilan, tetapi proses membangun mental wirausaha. Harapannya tidak hanya menambah penghasilan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia berharap 25 peserta yang mengikuti pelatihan dapat menjadi agen perubahan di wilayahnya. Ilmu yang diperoleh diharapkan bisa ditularkan hingga tingkat dasawisma agar manfaatnya meluas dan tidak berhenti pada peserta saja.
Sejumlah peserta mengaku antusias dan merasa mendapatkan banyak wawasan baru. Bahkan, beberapa di antaranya berencana langsung merintis usaha kue rumahan, memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan permintaan hampers dan aneka kudapan lebaran.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



