Wajib Tahu! 7 Cara Bijak Jadi Muslimah di Media Sosial, Tetap Syar’i dan Terhindar dari Penyakit Hati

Bahron Ansori
Ilustrasi artikel tentang muslimah. (Dok Kemenag Kalbar)

Di balik kemudahan teknologi yang kini ada dalam genggaman, terselip tantangan besar bagi setiap Muslimah dalam menjaga kemurnian niat dan hatinya.

​Gawai bukan sekadar alat untuk berdakwah atau mencari rezeki, namun juga bisa menjadi pintu ujian seperti godaan perhatian (caper), penyakit riya, hingga fitnah yang mengintai di balik layar. Agar aktivitas digital tak menjadi bumerang bagi pahala, penting bagi kita untuk kembali menata etika dan batasan.

​Berikut adalah 7 tips praktis bagi Digital Muslimah agar tetap istiqomah dan menjadikan teknologi sebagai ladang amal, bukan jebakan dosa.

1. Niatkan Segala Aktivitas Digital untuk Allah

Sebelum menyalakan ponsel atau membuka aplikasi, tanyakan pada diri sendiri: “Untuk apa aku membuka ini?” Jika niatnya untuk kebaikan, belajar, silaturahmi, atau dakwah, maka insyaAllah setiap aktivitas digital bernilai ibadah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim). Dengan niat yang lurus, layar tidak akan menjadi jalan dosa, melainkan sarana pahala.

Baca juga  Mengapa Islam Sangat Memuliakan Perempuan Berilmu? Simak Penjelasan Pentingnya Pendidikan bagi Muslimah

2. Jaga Pandangan dan Pilih Konsumsi Digital yang Sehat

Scrolling tanpa batas sering kali menyeret pada konten yang merusak hati: pamer aurat, gaya hidup hedonis, atau berita penuh fitnah. Allah memerintahkan dalam Al-Qur’an, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kehormatannya…” (Qs. An-Nur: 31)

Sebagai muslimah, pilihlah konten yang mendidik, menenangkan hati, dan menambah iman. Jangan biarkan mata terbiasa dengan yang haram, karena dari mata turun ke hati.

3. Filter Pergaulan Virtual

Teman di dunia maya tidak semuanya membawa kebaikan. Ada yang bisa mendekatkan pada Allah, ada pula yang justru menyeret pada kelalaian. Rasulullah SAW mengingatkan, “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaklah kalian melihat siapa yang menjadi temannya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi). Karena itu, pilihlah circle digital yang positif: komunitas muslimah, forum ilmu, atau grup dakwah yang saling menguatkan dalam iman.

4. Muslimah Harus Bijak dalam Berbagi dan Menjaga Privasi

Tidak semua yang kita alami perlu dibagikan ke media sosial. Terkadang, pamer kebahagiaan justru mengundang iri, sedangkan pamer kesedihan bisa menjadi aib sendiri. Rasulullah SAW mengajarkan, “Mintalah pertolongan untuk tercapainya hajat-hajat kalian dengan merahasiakannya.” (HR. Thabrani). Jaga privasi, batasi unggahan, dan pastikan setiap postingan membawa manfaat, bukan sekadar mencari perhatian.

Baca juga  14 Kunci Rezeki Tak Terduga dalam Islam, Ini Rinciannya

5. Kurangi Waktu Layar, Perbanyak Waktu Bersama Allah

Gawai sering membuat kita lalai: duduk berjam-jam, lupa shalat tepat waktu, hingga kehilangan momen bersama keluarga. Padahal Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (Qs. Al-Munafiqun: 9)

Atur waktu dengan bijak: jadwalkan screen time, sisihkan waktu khusus untuk tilawah, dzikir, atau menulis jurnal syukur.

6. Gunakan Media Sosial sebagai Ladang Dakwah

Media sosial adalah mimbar terbesar hari ini. Gunakanlah untuk menebar kebaikan: berbagi ayat, hadis, nasihat singkat, atau sekadar menyebarkan senyum melalui kata-kata. Jangan takut kecil, karena satu postingan bisa mengubah hati seseorang. Rasulullah SAW bersabda: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari). Dengan niat dakwah, aktivitas digital menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

7. Jaga Hati dari Riya dan Lomba Eksistensi

Godaan terbesar di media sosial adalah ingin dilihat, dipuji, dan diakui. Inilah yang harus diwaspadai, karena riya bisa menghapus pahala. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya.” (HR. Ahmad).

Baca juga  Rasa Malu Mulai Hilang di Tengah Masyarakat, Ini Tanda-tandanya

Karena itu, sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan: “Apakah ini untuk Allah atau hanya untuk pujian manusia?” Jika hati jujur pada Allah, insyaAllah layar tidak akan menodai iman.

Layar hanyalah alat, tapi hati adalah kendali. Menjadi muslimah digital bukan sekadar aktif di dunia maya, tetapi bagaimana tetap menjaga iman, adab, dan tujuan hidup di era penuh fitnah. Dengan niat yang lurus, pandangan yang terjaga, circle yang sehat, dan hati yang ikhlas, insyaAllah setiap ketukan jari di balik layar bisa menjadi jalan menuju surga.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.