Seputar BanyumasSeputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Pencarian
  • Beranda
  • Banyumas
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Banjarnegara
  • Jateng
  • Nasional
  • Olahraga
  • Plesiran
  • Ragam
  • Risalah
  • Opini
  • Indeks
Ikuti Kami
© 2025 Seputar Banyumas. All Rights Reserved.
Seputar Banyumas > Artikel > Risalah > Rasa Malu Mulai Hilang di Tengah Masyarakat, Ini Tanda-tandanya
Risalah

Rasa Malu Mulai Hilang di Tengah Masyarakat, Ini Tanda-tandanya

Bahron Ansori
Terakhir diperbarui: 25 November 2025 08:35
Bahron Ansori
Membagikan
Ilustrasi rasa malu yang mulai hilang di tengah masyarakat. (Sumber: Freepik.com)
Ilustrasi rasa malu yang mulai hilang di tengah masyarakat. (Sumber: Freepik.com)
Membagikan

Rasa malu adalah perhiasan iman yang membuat seorang hamba tetap terjaga dari perbuatan hina. Ketika rasa malu hilang, maka hilanglah benteng terakhir yang menghalangi seseorang dari maksiat. Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau tidak malu, lakukanlah sesukamu.” Hadis ini bukan perintah melakukan dosa, tetapi peringatan keras bahwa hilangnya malu adalah awal kehancuran moral.

Tanda pertama hilangnya rasa malu adalah ketika maksiat dilakukan secara terang-terangan. Sesuatu yang dahulu disembunyikan kini dipamerkan tanpa beban. Allah mengingatkan dalam QS. Al-A’raf: 33 bahwa segala bentuk kefasikan adalah sesuatu yang diharamkan. Namun di zaman ini, maksiat justru dianggap gaya hidup.

Banyak orang bangga dengan dosa yang mereka lakukan, bahkan menjadikannya konten. Mereka lupa bahwa setiap perbuatan akan dihisab di hadapan Allah. Imam Ibnul Qayyim berkata, “Dosa yang dilakukan terang-terangan lebih besar dosanya daripada dosa yang disembunyikan.” Hilangnya malu telah menjadikan banyak orang tidak lagi takut kepada Allah.

Tanda kedua hilangnya rasa malu adalah ketika nasihat dianggap sebagai gangguan. Orang yang ingin diperbaiki malah marah dan menjauh. Padahal Allah memuji orang-orang yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran dalam QS. Al-‘Asr. Tetapi hari ini, banyak yang lebih suka dipuji daripada diarahkan.

Baca juga  Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Ketika nasihat tidak lagi dihargai, maka kerusakan pun akan menyebar lebih cepat. Masyarakat yang kehilangan rasa malu akan menolak kebenaran meski jelas di depan mata. Mereka lebih memilih pembenaran daripada perbaikan diri. Inilah tanda bahwa hati mulai mati terbakar hawa nafsu.

Tanda ketiga adalah ketika pakaian tidak lagi digunakan untuk menutup aurat, melainkan untuk menarik perhatian. Rasulullah SAW menyebutkan tentang wanita berpakaian tapi telanjang, sebagai salah satu tanda akhir zaman. Fenomena ini bukan sekadar masalah gaya, tetapi menunjukkan lunturnya rasa malu dari dalam hati. Aurat yang seharusnya dijaga kini menjadi konsumsi publik.

Allah memerintahkan dalam QS. An-Nur: 31 agar laki-laki dan perempuan menutup aurat dengan baik. Aurat bukan hanya bagian tubuh, tetapi kehormatan diri yang harus dijaga. Ketika rasa malu hilang, kehormatan pun ikut runtuh. Dan masyarakat kehilangan nilai paling mulia yang menjaga moralitas.

Tanda keempat hilangnya rasa malu adalah ketika orang merasa bangga hidup dalam kebohongan. Mereka memalsukan identitas, pencitraan, dan ucapan hanya untuk terlihat baik di depan manusia. Padahal Allah mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati. Imam Syafi’i berkata, “Barangsiapa menghias dirinya dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya, Allah akan mempermalukannya.”

Baca juga  Rasa Malu yang Ditanamkan Allah Dalam Hati Manusia

Kebohongan membuat hati gelap, dan gelapnya hati membuat rasa malu mati. Orang yang terbiasa berdusta akan kehilangan rasa takut kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka. Hilangnya malu terhadap kebohongan adalah tanda rusaknya iman.

Tanda kelima adalah ketika perbuatan baik justru diejek dan dicemooh. Orang yang menjaga diri dianggap kuno, orang yang taat dianggap kurang pergaulan. Padahal Allah memuliakan orang-orang yang istiqamah di atas ketaatan. Fenomena ini menunjukkan bahwa standar kebaikan di masyarakat mulai terbalik.

Kondisi ini sangat berbahaya, karena masyarakat bukan hanya kehilangan malu terhadap dosa, tetapi juga malu terhadap kebaikan. Jika dosa dianggap biasa dan kebaikan dianggap aneh, maka runtuhlah bangunan moral bangsa. Karena rasa malu adalah kompas hati yang menunjukkan arah kebaikan. Tanpanya, manusia berjalan tanpa arah.

Namun masih ada harapan bagi mereka yang ingin menjaga rasa malu. Islam mengajarkan bahwa malu adalah bagian dari iman, dan iman bisa diperkuat dengan ilmu, ibadah, dan lingkungan yang baik. Kembalilah mendekat kepada Allah, karena siapa yang dekat kepada-Nya akan dijaga hatinya. Bergaullah dengan orang shaleh yang menghidupkan rasa malu dalam diri.

Baca juga  Fiqih Jual Beli dalam Berdagang

Perlu disadari bahwa rasa malu tidak tumbuh sendirinya, ia harus dipupuk setiap hari. Dengan menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga perilaku, dan menjaga hati dari hal-hal syubhat. Orang yang ingin mulia harus menjaga rasa malu layaknya menjaga permata berharga. Karena tanpa malu, tidak ada kehormatan.

Maka jagalah rasa malu sebelum ia hilang dari hatimu. Rasa malu yang masih tersisa adalah tanda Allah masih mencintai seorang hamba. Mintalah kepada Allah agar diberi hati yang lembut dan malu yang menuntun pada ketaatan. Semoga kita menjadi hamba yang dimuliakan karena menjaga batas-batas yang Allah tetapkan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

TAG:hilangnya rasa malurasa malu
Artikel Sebelumnya Ombak tinggi Ombak Tinggi Hantam Perahu di Klirong, 1 Nelayan Hilang 
Artikel Selanjutnya Libur Nataru Libur Nataru, Diskon Tiket Kereta sampai 30 Persen
TAHUN BARU
HUT PBG 25
HUT PBG 25 HR IRAWAN
HUT PBG 25 MKKS
HUT PBG 25 MUKODAM

Tetap Update Berita Terbaru!

Follow akun media sosial Seputar Banyumas dan jangan lewatkan kabar penting seputar Banyumas dan sekitarnya!
FacebookSuka
XMengikuti
InstagramMengikuti
YoutubeSubscribe
TiktokMengikuti

Mungkin Anda Suka

Isra Miraj, siswa SRMP bersihkan Masjid
BanjarnegaraRisalah

Peringati Isra Miraj, Siswa SRMP 27 Banjarnegara Bersihkan Masjid, Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini

Oleh Syarif TM
Muslim
Risalah

Ironi Muslim Zaman Now: Fasih Bicara Agama Tapi Berat Melangkah ke Sajadah

Oleh Bahron Ansori
Sahabat nabi
Risalah

Darah Mengucur Dihajar Kaum Quraisy, Inilah Sosok Sahabat Nabi yang Nyalinya Tak Ciut Baca Al-Quran di Depan Ka’bah

Oleh Bahron Ansori
Kiamat
Risalah

‘Panggilan Cinta dari Langit’ untuk Kita yang Terlalu Sibuk dengan Dunia Padahal Kiamat Sudah di Depan Mata

Oleh Bahron Ansori
Seputar BanyumasSeputar Banyumas
Ikuti Kami
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privasi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan 
  • Kode Etik Jurnalistik
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?