Angin Puting Beliung Terjang Sejumlah Desa Di Banyumas

Besari
Kondisi salah satu hunian di Desa Dawuhaj yang ringsek tertimpa pohon tumbang pasca terjangan angin kencang dan hujan deras, Minggu (22/02/2026). (Besari)

Minggu (22/2/2026) siang, wilayah Kecamatan Cilongok landa cuaca ekstrem. Hujan deras disertai angin yang mengguyur sekitar pukul 14.00 WIB.

Grumbul Bedolan, Desa Cilongok, khususnya di lingkungan RT 07 RW 04, menjadi titik terparah akibat bencana ini. Tercatat sedikitnya 27 rumah warga mengalami kerusakan.

Sebagian besar kehilangan atap yang terbang terbawa angin, sementara beberapa rumah lainnya rusak tertimpa pohon besar yang tumbang.

Salah satu rumah yang mengalami kerusakan cukup parah, yakni milik warga atas nama Sukir, Rasitem, dan Talkis.

Sementara itu, kategori rusak ringan, ada 24 rumah yang mengalami kerusakan pada bagian struktur bangunan dan atap.

Salah satu saksi mata, Nakhid, warga RT 06 RW 04, mengungkapkan peristiwa yang memporak-porandakan wilayahnya, terjadi cukup cepatnya. Meski berlangsung singkat, kekuatan angin sanggup menumbangkan pohon-pohon besar di sekitar rumah warga.

“Atap ada yang terbang terkena angin, ada juga pohon yang tumbang,” kata dia.

Pasca-kejadian, personel Babinsa, Bhabinkamtibmas, bersama perangkat desa segera terjun ke lokasi untuk melakukan verifikasi data dan membantu warga.

Baca juga  Logo Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas Ditetapkan, Warganet Membandingkan

Kepala Dusun 3 Desa Cilongok, Nizar Muzaki, menegaskan bahwa insiden ini murni dipicu oleh faktor alam akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Pihak desa berkomitmen untuk terus memantau situasi dan melaporkan setiap perkembangan signifikan di lapangan.

Masih di Kecamatan yang sama, di Desa Karangtengah juga terdapat rumah yang rusak diterjang angin puting beliung.

Tepatnya, rumah Cartam, warga RT 5 RW 6. Meskipun atap rumah menggunakan genteng, namun tetep porak-poranda diterjang angin.

Tak hanya di Desa Cilongok, peristiwa serupa juga melanda Desa Dawuhan, Kecamatan Kedungbanteng.

Pohon pete berukuran besar tumbang menimpa rumah. Selain itu, sejumlah pohon lainnya di tepian jalan juga tumbang.

Sampai saat ini, sejumlah wilayah aliran listriknya padam, akibat jaringan tertimpa pohon. “Pohon tumbang menimpa jaringan listrik dan internet, menyebabkan mati listrik,” kata Kiki, warga setempat.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!