Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana berbeda di Pusat Kuliner Pratisha Harsa (Pasar Pereng). Menjelang waktu berbuka, kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Purwokerto ini dipadati warga yang berburu aneka takjil dan hidangan untuk puasa.
Dari jajanan tradisional hingga makanan berat, semuanya tersedia dalam satu lokasi dengan harga terjangkau.
Fenomena berburu buka puasa atau yang kerap disebut “ War Takjil ” menjadi pemandangan khas setiap sore. Pengunjung datang silih berganti, sebagian bahkan sudah memadati area pasar sejak pukul 16.00 WIB untuk memastikan tidak kehabisan menu favorit.
Pasar Pereng, Surga Takjil Ramadan di Tengah Kota
Pasar Pereng berubah menjadi surga takjil selama Ramadan. Deretan pedagang menjajakan kolak pisang, kolak ubi, bubur sumsum, bubur candil, hingga aneka es seperti es buah dan es campur yang menyegarkan setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Tak hanya itu, gorengan seperti mendoan, bakwan, tahu isi, dan risoles menjadi menu paling cepat ludes. Jajanan pasar tradisional seperti klepon, cenil, lupis, dan nagasari juga tetap menjadi incaran pembeli lintas usia.
Harga yang ditawarkan relatif ramah di kantong. Takjil dijual mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000 per porsi.
Kondisi ini membuat Pasar Pereng menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin berbuka puasa tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Ragam Menu Berat untuk Lengkapi Puasa
Selain takjil, Pasar Pereng juga menawarkan berbagai makanan berat yang bisa langsung disantap atau dibawa pulang. Menu seperti nasi rames, nasi kuning, sate ayam, ayam goreng, ayam bakar, hingga aneka seafood tersedia di sejumlah lapak.
Kuliner khas daerah turut meramaikan pilihan, seperti soto Sokaraja dan pecel Banyumas.
Harga makanan berat berkisar antara Rp10.000 hingga Rp25.000 per porsi, tergantung jenis lauk dan porsi yang dipilih.
Beberapa pedagang bahkan menyediakan paket hemat buka puasa lengkap dengan nasi, lauk, dan minuman. Opsi ini banyak diminati pembeli yang ingin praktis, terutama bagi pekerja yang tidak sempat memasak di rumah.
Akses Mudah dan Parkir Terjangkau
Salah satu daya tarik utama Pasar Pereng adalah aksesnya yang strategis dan fasilitas parkir yang memadai. Area parkir cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tarif parkir pun tergolong terjangkau, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat leluasa berkeliling tanpa khawatir kesulitan tempat parkir.
Keramaian memang meningkat tajam menjelang magrib, namun suasana tetap terkendali. Pengunjung disarankan datang lebih awal agar dapat memilih menu dengan lebih leluasa dan menghindari antrean panjang.
Menggerakkan Ekonomi dan Menguatkan Tradisi Ramadan
Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang di Pasar Pereng. Banyak pelaku usaha musiman yang ikut membuka lapak, memanfaatkan tingginya permintaan selama bulan puasa. Perputaran ekonomi meningkat signifikan dibanding hari biasa.
Bagi masyarakat Purwokerto, berburu buka puasa di Pasar Pereng bukan sekadar aktivitas membeli makanan. Kegiatan ini telah menjadi tradisi tahunan yang mempererat kebersamaan, baik bersama keluarga maupun teman.
Dengan pilihan kuliner yang lengkap, harga terjangkau, serta fasilitas pendukung yang memadai, Pasar Pereng tetap menjadi destinasi favorit untuk berburu buka puasa di Purwokerto.
Ramadan tahun ini pun kembali menegaskan posisinya sebagai pusat keramaian dan cita rasa yang selalu dirindukan warga.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.




