Malam Ramadan Kian Semarak di Alun-Alun Cilacap, Ini Ragam Aktivitasnya

Kurnia
Semarak malam Ramadan di Alun-alun Cilacap. (Foto: Tangkapan layar Instagram @dlhcilcap) 

Suasana malam di bulan Ramadan menghadirkan energi berbeda di pusat Kota Cilacap. Alun-Alun Cilacap tampak lebih ramai dari biasanya, menjadi pilihan warga untuk menghabiskan waktu selepas berbuka puasa dan salat tarawih. Ruang Terbuka Hijau (RTH) ini menjelma sebagai ruang publik yang bukan hanya nyaman, tetapi juga sarat aktivitas.

Sejak sore hingga menjelang tengah malam, alun-alun dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan. Anak muda, keluarga, hingga lansia tampak menikmati suasana santai yang tercipta di jantung kota tersebut.

Fungsi Alun-Alun sebagai Ruang Publik Kota

Secara umum, alun-alun dikenal sebagai ruang terbuka yang berada di pusat kota dan menjadi titik aktivitas masyarakat. Di Cilacap, kawasan ini memiliki peran penting sebagai ruang interaksi sosial sekaligus area hijau yang menunjang keseimbangan lingkungan.

Penataan taman yang rapi, jalur pedestrian yang lebar, serta area duduk yang memadai menjadikan alun-alun sebagai tempat berkumpul yang representatif.

Saat Ramadan, fungsi sosialnya semakin terasa karena masyarakat menjadikannya lokasi bertemu dan mempererat silaturahmi.

Baca juga  Ramadan Berkah, PSI Cilacap Tebar 1.000 Takjil Gratis untuk Warga

Lampu taman yang menyala terang di malam hari turut memperkuat daya tarik kawasan ini. Aktivitas ekonomi kecil seperti pedagang kaki lima pun tumbuh, menciptakan dinamika khas yang identik dengan suasana Ramadan.

Ragam Kegiatan Warga di Malam Hari saat Ramadan

Beragam aktivitas dapat dilakukan di Alun-Alun Cilacap. Berikut sejumlah kegiatan yang kerap menjadi pilihan pengunjung, dengan urutan berbeda dari kebiasaan umum:

1. Berburu Kuliner Favorit

Kehadiran pedagang makanan menjadi magnet tersendiri. Pengunjung dapat menemukan aneka jajanan tradisional, minuman segar, hingga makanan berat dengan harga yang relatif terjangkau. Banyak warga sengaja datang untuk menikmati santapan malam bersama keluarga di area terbuka.

Ramainya transaksi kuliner turut menggerakkan roda ekonomi kecil di sekitar alun-alun selama Ramadan.

2. Mengabadikan Momen di Ikon Penyu

Salah satu sudut yang kini ramai dikunjungi adalah neon box bertuliskan “Alun-Alun Cilacap” yang dilengkapi ikon penyu. Ornamen tersebut menjadi latar foto favorit, terutama saat malam hari ketika cahaya lampu mempertegas tampilannya.

Ikon penyu dianggap merepresentasikan karakter wilayah pesisir Cilacap. Tak sedikit pengunjung yang menjadikan spot ini sebagai lokasi berfoto bersama keluarga atau sahabat untuk mengabadikan momen Ramadan.

Baca juga  Jelajah 5 Rute Sepeda di Cilacap, Lengkap dengan Jarak dan Waktu Terbaik

3. Memberi Ruang Bermain untuk Anak

Area terbuka yang luas memungkinkan anak-anak beraktivitas dengan leluasa. Mereka dapat berlari, bermain sepeda kecil, atau sekadar bercengkerama dengan teman sebaya.

Orang tua pun merasa lebih tenang karena kawasan relatif aman dan jauh dari lalu lintas kendaraan langsung.

4. Jalan Santai Mengelilingi Kawasan

Bagi yang ingin tetap aktif, berjalan santai mengitari alun-alun menjadi pilihan sederhana namun bermanfaat. Jalur pedestrian yang tertata mendukung aktivitas fisik ringan tanpa menguras tenaga secara berlebihan selama berpuasa.

Beberapa pengunjung bahkan memanfaatkan waktu malam untuk jogging ringan sebagai bagian dari rutinitas menjaga kebugaran.

5. Duduk Santai Menikmati Suasana

Sebagian warga dapat memilih aktivitas paling sederhana: duduk santai sambil berbincang. Momen selepas tarawih dimanfaatkan untuk berbagi cerita dan mempererat hubungan sosial.

Kesejukan udara malam dan suasana yang relatif kondusif membuat aktivitas ini tetap menjadi favorit setiap tahunnya.

Pentingnya Menjaga Kebersihan dan Ketertiban

Dengan ragam aktivitas seru tersebut, tentu nantinya bakal membawa tantangan tersendiri. Kebersihan dan ketertiban menjadi dua aspek yang perlu dijaga agar kenyamanan tetap terpelihara.

Baca juga  Alun-Alun Cilacap, Ruang Publik Ikonik yang Jadi Jantung Aktivitas Warga Kota

Sampah sisa makanan dan minuman berpotensi meningkat saat kawasan ramai. Karena itu, pengunjung diimbau untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak merusak fasilitas umum.

Selain itu, pedagang diharapkan menjaga kerapian lapak agar tidak mengganggu arus pejalan kaki. Kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha kecil, dan pengelola kawasan menjadi kunci agar Alun-Alun Cilacap tetap tertata selama Ramadan.

Ruang Kebersamaan yang Terus Hidup

Ramadan menghadirkan semangat kebersamaan yang terasa kuat di ruang-ruang publik. Alun-Alun Cilacap menjadi salah satu contoh bagaimana RTH mampu bertransformasi menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat.

Lebih dari sekadar taman kota, kawasan ini telah menjadi bagian dari tradisi warga dalam menyemarakkan bulan suci. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat, alun-alun akan terus menjadi ruang bersama yang hidup, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga sepanjang tahun.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.