Misteri Sosok Yakjuj dan Makjuj: Muncul di Akhir Zaman Bawa Kehancuran

Bahron Ansori
Ilustrasi melawan Yakjuj dan Makjuj. (Foto: Islam Knowledge Library)

Umat Muslim diyakini akan menghadapi ujian besar dengan munculnya Yakjuj dan Makjuj sebelum hari kiamat tiba. Makhluk yang digambarkan berjumlah sangat banyak dan memiliki kekuatan dahsyat ini menjadi bahan kajian mendalam, baik dari sisi syariat maupun tinjauan sains. Simak ulasan mengenai misteri tembok penghalang hingga dampak mengerikan yang ditimbulkan saat mereka berhasil menjebol dinding pembatas tersebut.

Dalam Al-Qur’an, Yakjuj dan Makjuj disebut dalam dua surah utama, yakni Surah Al-Kahfi ayat 94-98 dan Surah Al-Anbiya ayat 96-97. Dalam Surah Al-Kahfi, disebutkan bahwa mereka adalah kaum perusak yang hidup di balik tembok yang dibangun oleh Dzulqarnain, seorang raja yang saleh. Dzulqarnain membangun tembok kokoh dengan besi dan tembaga untuk menghalangi mereka keluar dan melakukan kerusakan di muka bumi.

Sedangkan dalam Surah Al-Anbiya ayat 96-97, Allah menyebutkan bahwa pada akhir zaman, penghalang itu akan runtuh, dan mereka akan menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Dalam Hadis Shahih, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah keturunan Adam yang jumlahnya sangat besar dan sulit dikalahkan oleh manusia biasa.

Baca juga  Misteri di Balik Kemunculan Yakjuj dan Makjuj Dalam Perspektif Agama Islam

Yakjuj dan Makjuj digambarkan sebagai kaum yang memiliki sifat sangat destruktif. Mereka akan muncul setelah turunnya Nabi Isa عليه السلام dan berhasil mengalahkan Dajjal. Saat itu, dunia sudah dalam kondisi kacau, tetapi kedatangan Yakjuj dan Makjuj akan menambah tingkat kehancuran secara drastis.

Diriwayatkan dalam Hadis Riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa mereka akan datang dengan jumlah yang sangat besar, menghabiskan sumber daya alam, dan menimbulkan kerusakan di mana pun mereka pergi. Bahkan air di Danau Thabariyyah (Laut Galilea) akan habis mereka minum. Tidak ada yang mampu menghadapi mereka, kecuali Allah sendiri yang akan membinasakan mereka dengan cara yang luar biasa.

Secara ilmiah, keberadaan Yakjuj dan Makjuj sering dikaitkan dengan berbagai teori. Beberapa ulama berpendapat bahwa mereka adalah suku bangsa yang terisolasi di suatu tempat yang masih belum diketahui. Ada pula yang mengaitkan mereka dengan kelompok-kelompok peradaban kuno yang memiliki sifat destruktif, seperti bangsa Mongol atau suku nomaden lainnya.

Baca juga  Paradoks Muslim: Garang saat Agama Dihina, Tapi Adem Ayem saat Langgar Perintah Allah

Namun, berdasarkan dalil syar’i, mereka adalah makhluk nyata yang memang masih terhalang oleh dinding yang dibangun oleh Dzulqarnain. Dalam Hadis Riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa mereka setiap hari berusaha menembus tembok itu, tetapi Allah menutup kembali celah yang mereka buat hingga waktu yang telah ditentukan.

Kemunculan Yakjuj dan Makjuj merupakan salah satu ujian besar bagi umat manusia. Mereka akan mengajarkan kepada manusia bahwa kekuatan dan teknologi tidak akan mampu menahan kehendak Allah. Nabi Isa عليه السلام dan orang-orang beriman tidak akan bisa melawan mereka secara langsung, melainkan hanya bisa berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan diri.

Doa ini kemudian dikabulkan Allah dengan menurunkan sejenis penyakit (cacing atau ulat) yang akan menyerang leher Yakjuj dan Makjuj, hingga akhirnya mereka semua mati bergelimpangan. Hal ini menunjukkan bahwa hanya dengan izin Allah, manusia dapat diselamatkan dari ujian akhir zaman ini.

 

Pelajaran yang Dapat Diambil

Kisah Yakjuj dan Makjuj bukan sekadar kisah eskatologi (akhir zaman) yang penuh dengan ketakutan, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi manusia. Beberapa hikmah yang bisa dipetik antara lain sebagai berikut.

Baca juga  Tanggung Jawab Suami dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Pertama, kekuatan manusia terbatas – Sebesar apa pun kekuatan manusia, tidak ada yang bisa menandingi kehendak Allah.

Kedua, ujian akhir zaman nyata adanya – Banyak tanda kiamat yang sudah muncul, dan kemunculan Yakjuj dan Makjuj akan menjadi puncaknya.

Ketiga, keimanan adalah kunci keselamatan – Orang yang tetap beriman dan berserah diri kepada Allah akan selamat dari fitnah akhir zaman.

Yakjuj dan Makjuj adalah bukti bahwa janji Allah itu benar dan hari kiamat pasti akan terjadi. Semoga kita termasuk dalam golongan yang mendapatkan perlindungan dari Allah di akhir zaman. Amin.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!