Operasi pencarian warga yang diduga tenggelam di Sungai Kalimeneng, Desa Kalimeneng, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, resmi dihentikan pada Sabtu (28/2/2026) sore. Hingga memasuki hari ketujuh, korban belum juga ditemukan.
Operasi Dihentikan Sesuai Prosedur
Tim SAR gabungan memastikan penghentian pencarian dilakukan berdasarkan prosedur tetap (SOP) yang mengatur batas waktu operasi selama tujuh hari. Evaluasi dilakukan setelah seluruh metode pencarian dinilai telah dijalankan secara maksimal.
Sejak laporan awal diterima, unsur SAR gabungan langsung bergerak melakukan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban hilang. Berbagai upaya telah dilakukan, baik melalui pencarian darat maupun penyisiran aliran sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap melalui Koordinator Tim SAR Gabungan, Rowidin, menjelaskan pencarian dilakukan secara intensif dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
“Selama tujuh hari ini kami sudah mengerahkan seluruh kemampuan dan metode pencarian yang ada. Namun sampai batas waktu yang ditentukan, korban belum ditemukan,” ujar Rowidin.
Penyisiran Darat hingga LCR Dikerahkan
Dalam operasi tersebut, tim melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai. Selain itu, pencarian di air dilakukan menggunakan metode body rafting dan penyisiran permukaan sungai dengan perahu LCR milik Basarnas.
Unsur lain yang terlibat di antaranya BPBD Purworejo serta relawan dari Rafting SAR Sigap. Pencarian difokuskan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat.
Korban diketahui bernama Tugirun (73), warga Paduroso, Desa Kalimeneng, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Hingga pukul 17.00 WIB di hari ketujuh pencarian, tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan.
Penutupan Disepakati Bersama Keluarga
Keputusan penghentian operasi diambil setelah koordinasi dengan pihak keluarga, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Bupati Purworejo juga hadir di lokasi saat proses evaluasi akhir pencarian dilakukan.
Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Tim SAR menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak selama proses pencarian berlangsung.
Meski operasi resmi dihentikan, masyarakat diimbau tetap waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama di musim penghujan dengan debit air yang cenderung meningkat.
Sebelumnya, korban terakhir kali terlihat pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, adiknya masih sempat melihat korban beraktivitas seperti biasa. Namun hingga keesokan harinya, Minggu (22/2), korban tak kunjung pulang ke rumah.
Keluarga mulai curiga saat keberadaan pria lanjut usia itu tak diketahui. Upaya pencarian pun dilakukan secara mandiri bersama warga sekitar dengan menyisir area kebun dan bantaran sungai di dekat rumahnya.
Hasilnya, warga menemukan sejumlah barang milik korban di tepi Sungai Kalimeneng, sekitar 50 meter dari rumahnya. Di lokasi itu terdapat baju lurik hitam kombinasi silver, topi, sabit, serta karung yang biasa digunakan korban untuk beraktivitas.
Penemuan barang-barang tersebut memperkuat dugaan korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Sejak saat itu, pencarian semakin diintensifkan hingga akhirnya dilaporkan kepada tim SAR untuk dilakukan operasi pencarian secara resmi.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




