Perang Iran vs Israel+AS, Kemenlu RI Beri Imbauan ke WNI di Timur Tengah

Djamal SG
Kemenlu memberikan imbauan pada WNI di Timur Tengah terkait perang yang sedang terjadi. (Instagram Kemenlu)

Perang antara Iran vs Israel+Amerika Serikat telah terjadi. Saling serang dengan rudal pun terjadi. Bahkan, Iran dilaporkan juga menyerang pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di Timur Tengah.

Situasi mencekam perang ini tentu dirasakan warga di daerah terdampak. Bahkan, tidak menutup kemungkinan di daerah terdampak tersebut ada warga negara Indonesia. Karena itu Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia memberikan pernyataannya.

Dikutip dari Instagram Kemenlu disebutkan bahwa Kemenlu dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak.

Karena itu, Kemenlu mengimbau seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat.

Situasi Perang, Kemenlu Imbau WNI Tunda ke Timur Tengah

Kemudian, masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif.

Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027 atau Hotline Perwakilan RI sebagai berikut:

Baca juga  Gelar Invitasi PMR Madya Untuk Kuatkan Kaderisasi Relawan

KBRI Riyadh: +966 569173990

KJRI Jeddah: +966 503609667

KBRI Abu Dhabi: +971 566156259

KJRI Dubai: +971 564170333 / +971 563322611

KBRI Doha: +974 44657945 / 44664981 / 33322875

KBRI Kuwait City: +965 97206060 / 97809760

KBRI Manama: +973 38791650

KBRI Amman: +962 779150407

KBRI Baghdad: +964 7769842020

KBRI Tehran: +98 9914668845 / +98 9024668889

KBRI Beirut: +961 70817310

KBRI Damaskus: +963 954444810

 

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.