Pemakaman gembong narkoba paling ditakuti di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, berlangsung di bawah pengamanan luar biasa ketat.
Sosok yang dikenal sebagai pemimpin kartel paling berkuasa di negara itu dimakamkan dalam peti mati berlapis emas, simbol kemewahan sekaligus kekuasaan yang selama ini melekat pada dirinya.
Prosesi pemakaman El Mencho dilakukan dengan pengawalan kendaraan lapis baja, tentara, serta aparat keamanan federal.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi aksi balasan atau bentrokan antarkelompok kriminal yang masih memiliki loyalitas kuat terhadap jaringan kartel tersebut.
Dimakamkan di Zapopan, Pinggiran Kota Guadalajara

Sebagaimana dimuat znews, otoritas federal Meksiko mengonfirmasi bahwa El Mencho dimakamkan pada 2 Maret di Recinto de la Paz, sebuah kompleks pemakaman di Zapopan, wilayah pinggiran Guadalajara, ibu kota negara bagian Jalisco.
Suasana pemakaman dilaporkan sangat tegang. Aparat keamanan bersenjata lengkap disiagakan di sekitar lokasi untuk mencegah kemungkinan serangan dari kelompok bersenjata, baik yang loyal maupun yang berseberangan dengan kartel yang dipimpin El Mencho.
Karangan Bunga Tanpa Nama Warnai Prosesi Awal
Sehari sebelum pemakaman utama, prosesi perpisahan awal digelar secara lebih sederhana pada 1 Maret di sebuah rumah duka setempat. Namun, kesederhanaan itu kontras dengan banyaknya karangan bunga berukuran besar yang terus berdatangan.
Menariknya, tidak satu pun karangan bunga mencantumkan identitas pengirim. Fenomena ini dinilai sebagai bentuk loyalitas anonim atau ketakutan dari jaringan kartel Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), yang dikenal memiliki struktur militeristik dan jangkauan internasional luas.

El Mencho Tewas dalam Operasi Gabungan Meksiko-AS
Nyawa El Mencho berakhir pada 21 Februari 2026 setelah operasi gabungan pasukan khusus Meksiko dan intelijen Amerika Serikat.
Penggerebekan tersebut menargetkan sebuah vila liburan di wilayah Jalisco yang diduga menjadi tempat persembunyian sang bos kartel.
Kematian El Mencho langsung memicu eskalasi kekerasan. Dalam hitungan hari, bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata pecah di sejumlah wilayah. Data awal menyebutkan lebih dari 70 orang tewas dalam rangkaian kekerasan pascaoperasi tersebut.
Kekerasan Meluas dan Ancaman Balas Dendam
Pihak berwenang Meksiko mengakui bahwa kematian El Mencho tidak serta-merta meredam kekuatan CJNG.
Justru sebaliknya, kekosongan kepemimpinan berpotensi memicu perebutan kekuasaan internal yang dapat memperparah situasi keamanan.
Operasi militer berskala besar terus digelar di Jalisco dan wilayah sekitarnya untuk memburu petinggi kartel yang tersisa.
Aparat khawatir fraksi-fraksi dalam CJNG akan saling bentrok demi menguasai jalur distribusi narkoba dan wilayah strategis.
Tekanan Politik dari Amerika Serikat Menguat
Kematian El Mencho terjadi di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dari Washington terhadap pemerintah Meksiko.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya secara terbuka mengkritik Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, menuding Meksiko kurang tegas dalam menekan aliran fentanil dan narkotika sintetis ke Amerika Serikat.
Pemerintah AS bahkan secara resmi memasukkan CJNG ke dalam daftar organisasi teroris kekerasan tingkat tinggi, menyusul peran kartel tersebut dalam menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar ke wilayah AS setiap tahunnya.
Lokasi Pemakaman Dirahasiakan Demi Keamanan
Hingga kini, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko menolak mengungkap detail lebih lanjut terkait lokasi pasti pemakaman El Mencho.
Keputusan ini diambil demi alasan keamanan nasional, guna mencegah lokasi tersebut menjadi titik konflik baru atau simbol pemujaan bagi jaringan kriminal.
Meski El Mencho telah dimakamkan jauh di bawah tanah, bayang-bayang kekerasan masih membayangi Meksiko.
Aparat keamanan menilai kematian sang gembong bukan akhir dari ancaman, melainkan babak baru dalam perang panjang melawan kartel narkoba.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!




