Kemilau Light Art Festival di Pasar Ramadan UMP 2026: Perpaduan Visual Mobil Berjalan dan Edukasi Rupiah

Kurnia
Kilauan video mapping dalam Light Art Festival, menghiasi malam di Pasar Ramadan UMP, Selasa (3/3/2026). (Foto: Dok. Seputar Banyumas)

Gelaran Pasar Ramadan UMP 2026 menyuguhkan atraksi visual yang tidak biasa pada Selasa, (3/3/2026). Bertempat di area depan Kantor Pusat Kampus 1 Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), perhelatan Light Art Festival sukses mengubah fasad gedung ikonik tersebut menjadi panggung cahaya yang memukau masyarakat meski di tengah fluktuasi cuaca ekstrem.

Transformasi Visual di Kantor Pusat Kampus 1 Ahmad Dahlan

Pertunjukan Light Art Festival yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB ini menampilkan teknologi video mapping sebagai daya tarik utama.

Fasad Kantor Pusat Kampus 1 Ahmad Dahlan disinari proyeksi cahaya yang presisi, menampilkan berbagai pola dinamis. Selain motif batik dan elemen grafis modern, salah satu sajian visual yang paling menarik perhatian adalah ilustrasi deretan mobil yang tampak berjalan berurutan menyusuri kontur bangunan gedung.

Efek gerak tersebut menciptakan ilusi optik yang membuat gedung seolah-olah hidup dan bergerak. Selain pola kendaraan, festival ini juga memvisualisasikan berbagai pecahan uang kertas Rupiah.

Baca juga  Kisah Eceng Gondok di Kalisalak Banyumas, Dari Gulma ke Kerajinan Anyaman Berkualitas Ekspor

Kolaborasi bersama Bank Indonesia Purwokerto ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kecintaan terhadap mata uang nasional melalui media seni digital yang lebih mudah diterima oleh generasi muda dan masyarakat umum.

Dinamika Cuaca dan Antusiasme Pengunjung dalam Light Art Festival

Pelaksanaan festival pada Selasa malam tersebut diwarnai oleh kondisi cuaca yang berubah-ubah di wilayah Purwokerto. Sejak awal pertunjukan dimulai pada pukul 17.00 WIB hingga memasuki waktu berbuka puasa, area kampus sempat diguyur hujan.

Namun, kondisi tersebut berangsur cerah sesaat setelah waktu berbuka, yang kemudian dimanfaatkan oleh ribuan pengunjung untuk memadati area Pasar Ramadan guna menikmati kuliner sekaligus berswafoto di depan proyeksi cahaya.

Memasuki pukul 20.00 hingga penutupan acara pada 21.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang kembali mengguyur kawasan Dukuhwaluh dan sekitarnya.

Meski demikian, guyuran hujan tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Para pengunjung tetap bertahan di sekitar lokasi, baik berteduh di selasar gedung maupun menggunakan payung, demi menyaksikan pergantian pola cahaya yang terus diputar hingga akhir durasi acara.

Baca juga  10 Rekomendasi Villa Purwokerto Terjangkau untuk Staycation Lepas Penat

Sinergi Ekonomi Kreatif dan Hiburan Rakyat

Light Art Festival di Pasar Ramadan UMP 2026 ini membuktikan bahwa integrasi antara sektor ekonomi mikro dan teknologi seni dapat menciptakan ekosistem wisata religi yang kuat.

Kehadiran ratusan pedagang takjil yang bersanding dengan instalasi seni cahaya kelas atas memberikan warna baru bagi wajah pariwisata malam di Kabupaten Banyumas.

Kegiatan ini secara efektif mengalihkan pusat perhatian masyarakat ke area kampus, menjadikannya destinasi “ngabuburit” sekaligus wisata edukasi yang inklusif.

Melalui pemilihan lokasi di Kantor Pusat Kampus 1 Ahmad Dahlan, aksesibilitas penonton menjadi lebih mudah, sehingga kemeriahan festival dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang melintas di area tersebut.

Secara keseluruhan, Light Art Festival pada Selasa, 3 Maret 2026, mencatatkan keberhasilan dalam menghadirkan hiburan berkualitas tinggi di tengah tantangan cuaca.

Perpaduan antara visual mobil berjalan, edukasi Rupiah, dan suasana hangat Pasar Ramadan menjadikan UMP sebagai pelopor penyelenggaraan festival cahaya di lingkungan perguruan tinggi. Acara ini diharapkan terus menjadikan magnet bagi wisatawan lokal hingga akhir masa Ramadan mendatang.

Baca juga  Kebakaran Hebat di Purwokerto! Api Lahap Bangunan Kantor dalam Hitungan Menit

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.