Waspada! Ini Jalur Mudik Rawan Macet di Cilacap Jelang Lebaran

Faiz Ardani
Kendaraan berhenti di perlintasan kereta api sebidang di Desa Randegan, Sampang, Cilacap. Jalur ini rawan macet saat mudik Lebaran. (Faiz Ardani).

Cilacap mulai bersiap menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran. Polresta Cilacap memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, sejumlah wilayah yang menjadi perhatian utama antara lain kawasan Majenang, Kroya, hingga Sampang. Titik-titik tersebut dinilai rawan terjadi kemacetan karena menjadi jalur perlintasan utama pemudik, khususnya dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan sudah mulai terlihat sejak pertengahan Maret 2026. Hal ini dipicu oleh dimulainya libur sekolah yang membuat aktivitas perjalanan masyarakat meningkat lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan arus sudah mulai terasa sejak kemarin. Apalagi anak-anak sekolah sudah libur, sehingga mobilitas masyarakat ikut naik. Dari pagi sampai sore, lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Cilacap mulai ramai,” ujar Budi, Selasa (17/3/2026).

Baca juga  PSI Cilacap Kembangkan Ternak Bebek Peking di Bantarsari, Kader Didorong Mandiri Ekonomi

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan, khususnya di jalur-jalur yang berpotensi terjadi kepadatan.

 

Perlintasan Sebidang Randegan Berpotensi Picu Antrean Panjang

Salah satu titik yang menjadi perhatian serius adalah perlintasan sebidang di Randegan, Kecamatan Sampang. Lokasi ini dinilai rawan menimbulkan antrean panjang karena tingginya frekuensi kereta api yang melintas, terutama mendekati masa Lebaran.

Budi mengatakan, intensitas perjalanan kereta api yang meningkat berbanding lurus dengan potensi kemacetan di perlintasan tersebut. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah dilakukan untuk meminimalkan dampak kepadatan.

“Perlintasan sebidang ini memang menjadi salah satu titik krusial. Saat kereta melintas, kendaraan pasti berhenti dan antreannya bisa panjang,” jelasnya.

Untuk mengurai kemacetan, polisi juga menyiapkan personel di sekitar lokasi, terutama di titik-titik mendekati rel.

 

Polisi Siaga di Titik Rawan, Antisipasi Pengendara ‘Ngeblong’

Selain rekayasa lalu lintas, Polresta Cilacap juga menempatkan personel di sejumlah titik strategis, termasuk sekitar 50 meter sebelum perlintasan rel. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pengendara yang nekat mengambil jalur berlawanan atau ‘ngeblong’ saat antrean panjang.

Baca juga  Ini Alasan Mudik Lebaran Jadi Perjalanan Paling Sakral bagi Perantau: Menyambung Silaturahmi

Menurut Kapolresta, perilaku tersebut kerap menjadi pemicu kemacetan total karena menghambat arus dari arah berlawanan. Dengan kehadiran petugas, diharapkan pengendara tetap tertib dan tidak melanggar aturan lalu lintas.

“Kami antisipasi agar tidak terjadi kendaraan yang mengambil jalur kanan saat antre. Itu bisa membuat arus dari arah berlawanan jadi terhenti dan memicu kemacetan panjang,” tegasnya.

 

4 Pos dan 12 Strong Point Disiagakan

Dalam rangka pengamanan arus mudik, Polresta Cilacap menyiapkan empat pos yang terdiri dari dua pos pengamanan, satu pos pelayanan di Kroya, serta satu pos terpadu di Alun-alun Cilacap. Selain itu, sebanyak 12 titik strong point juga disiagakan untuk mendukung pengamanan dan penanganan situasi darurat.

Pos dan strong point tersebut akan difungsikan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga bencana di jalur mudik.

Dengan berbagai langkah ini, kepolisian berharap arus mudik di wilayah Cilacap dapat berjalan lancar dan aman, meski volume kendaraan diprediksi terus meningkat hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

Baca juga  Sore Ini, Wijayakusuma FC Cilacap Siap Tampil Ngotot Saat Menjamu Persak Kebumen

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!