Senegal melawan keputusan otoritas sepak bola Afrika atau CAF. Sebelumnya, CAF memutuskan mencabut gelar Piala Afrika 2025 bagi Senegal dan menyerahkannya ke Maroko. Keputusan CAF itu mengundang banyak kecaman.
Mula ceritanya adalah final Piala Afrika 2025 yang berlangsung di awal tahun 2026. Final kala itu mempertemukan Maroko melawan Senegal. Maroko berlaku sebagai tuan rumah dalam ajang itu. Sampai waktu hampir habis, kedudukan 0-0.
Kemudian, Maroko mendapatkan penalti di menit 90-an. Atas keputusan wasit itu, pemain Senegal walk out sampai 15 menit. Tapi kemudian kembali ke lapangan dan melanjutkan permainan. Laga berlanjut, Maroko dapat penalti tapi tak masuk.
Pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Senegal mencetak satu gol dan akhirnya juara setelah menang 1-0. Tapi ternyata Maroko protes dan mengajukan keberatan ke CAF. Protesnya adalah Senegal telah melakukan pelanggaran berat karena walk out.
Ternyata protes Maroko diterima CAF dan pada 17 Maret 2026, CAF memutuskan mencabut gelar Senegal. Senegal dinyatakan kalah WO dari Maroko dengan skor 3-0. Maroko dinobatkan sebagai juara.
Senegal Melawan, Akan Maju ke CAS
Atas keputusan itu, Senegal melawan. Otoritas sepak bola Senegal mengatakan keputusan CAF tidak adil. Otoritas sepak bola Senegal akan melakukan cara yang tersedia melawan keputusan CAF tersebut.
Senegal melawan dengan akan mengajukan ke pengadilan arbiitrase olahraga internasional atau CAS. Kini tinggal menunggu apakah CAS akan mengabulkan permohonan Senegal?




