Kemarau 2026 Lebih Panjang dari Biasanya, Ini Prediksi BMKG untuk Cilacap

Faiz Ardani
Ilustrasi kemarau. (Freepik/fanjianhua)

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai bersiap menghadapi musim kemarau tahun 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau akan mulai terjadi pada pertengahan Mei mendatang dengan durasi yang cukup panjang.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan awal musim kemarau diperkirakan terjadi pada dasarian kedua Mei atau sekitar 11 hingga 20 Mei 2026.

Ia menjelaskan, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung selama 14 hingga 18 dasarian atau sekitar 140 hingga 180 hari.

 

Kemarau Datang Bertahap, Wilayah Pesisir Lebih Dulu

Teguh menjelaskan, sejumlah wilayah di Cilacap akan lebih dulu memasuki musim kemarau, khususnya daerah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu. Wilayah tersebut diperkirakan mulai mengalami kemarau pada dasarian pertama bulan Mei.

Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Namun demikian, kondisi kemarau tahun ini disebut memiliki sifat di bawah normal, yang berarti curah hujan diperkirakan lebih rendah dibandingkan rata-rata biasanya.

Baca juga  Bojong Kawunganten Jadi Desa Pertama Terima Bantuan Air Bersih dari BPBD Cilacap

“Artinya, kondisi musim kemarau berpotensi lebih kering dari kondisi normal, sehingga perlu diantisipasi sejak dini,” ujar Teguh, Selasa (24/3/2026).

 

Potensi Kekeringan Perlu Diantisipasi

Dengan prakiraan tersebut, potensi kekeringan di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius. Terutama bagi daerah-daerah yang selama ini dikenal rawan mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba.

BMKG mengimbau pemerintah daerah agar segera menyiapkan langkah antisipatif, mulai dari pengelolaan sumber daya air hingga mitigasi dampak kekeringan bagi masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar dampak musim kemarau tidak mengganggu aktivitas warga, khususnya di sektor pertanian dan kebutuhan air sehari-hari.

 

Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba

Sebelum memasuki musim kemarau, wilayah Cilacap diperkirakan akan mengalami masa peralihan atau pancaroba pada April hingga Mei. Pada periode ini, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Beberapa fenomena yang berpotensi terjadi antara lain hujan lebat disertai petir, angin kencang, hingga angin puting beliung. Selain itu, kondisi cuaca panas juga dapat terjadi secara tiba-tiba.

Baca juga  Sah! Sarjono Kembali Nahkodai HNSI Cilacap Periode 2025–2030

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi perubahan cuaca yang signifikan.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!