Gaya Unik Beni Pratama, Wasit Purbalingga saat Pimpin Laga AAA Clan vs B2F yang Viral di Media Sosial

Kurnia
Momen Beni Pratama (body cam), wasit asal Purbalingga saat memimpin laga AAA Clan vs B2F yang viral di media sosial, Minggu (29/3/2026) sore. (Foto: Instagram @bepratama)

Laga eksibisi sepak bola antara dua tim gamers populer, AAA Clan vs B2F di Jakarta, Minggu (29/3/2026) Sore, sukses menyita perhatian publik dan viral di media sosial. Khususnya terkait wasit laga itu.

Pertandingan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang adu gengsi setelah kedua tim kerap bertemu di berbagai gim sebelumnya. Atmosfer panas dan rivalitas yang tinggi membuat laga ini terasa layaknya pertandingan profesional.

Di balik jalannya pertandingan tersebut, sosok Beni Pratama, wasit asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, turut mencuri perhatian. Gaya kepemimpinannya yang komunikatif, tegas, namun santai menjadi salah satu faktor yang membuat pertandingan ini semakin menarik untuk disaksikan.

Persiapan Matang dan Konsep “Wasit Ngonten”

Sebelum memimpin laga AAA Clan vs B2F, Beni menunjukkan dedikasinya dengan menempuh perjalanan jauh dari Purbalingga menuju Semarang, sebelum akhirnya tiba di Jakarta. Perjalanan panjang ini ia lakukan demi memperlancar tugasnya sebagai wasit.

Baca juga  Anggota DPR RI Utut Adianto Kunjungi Warga Terdampak Bencana Lereng Slamet

Sebagai “wasit ngonten”, Beni juga menyiapkan peralatan khusus untuk mengabadikan momen dari sudut pandang wasit. Ia menggunakan dua kamera, di mana satu kamera ditempatkan di luar lapangan untuk menangkap visual secara luas.

Selain itu, Beni memasang body cam profesional menggunakan body strap di bagian dada. Perangkat ini memungkinkan penonton melihat tayangan POV ( Point of View ) wasit saat memimpin pertandingan, memberikan pengalaman yang lebih dekat dan transparan.

Dalam tas perlengkapannya, Beni membawa sejumlah peralatan esensial, seperti:

* Kartu kuning dan merah lengkap dengan kolom catatan
* Dua jenis peluit dengan karakter suara berbeda
* Koin undian untuk menentukan kick-off
* Alat tulis untuk mencatat kejadian penting

Ia juga didukung perlengkapan baru berupa sepatu hitam dari merek ternama di Tanah Air, serta mengenakan celana pendek dan legging hitam sebagai bagian dari seragam wasit.

Momen Koin yang Unik dan Jadi Sorotan

Salah satu momen yang viral adalah sesi koin tos sebelum pertandingan dimulai. Dalam momen tersebut, Beni terlihat aktif berkomunikasi dengan kedua kapten tim, yakni Reza Arap dari AAA Clan dan Deankt dari B2F.

Baca juga  Bidik Peringkat 7 Porprov Jateng 2026, KONI Banjarnegara Mulai Petakan Kekuatan Atlet

Dalam percakapannya, Beni menekankan pentingnya sportivitas kepada para pemain.

“Silahkan komplain tidak masalah. Tetapi saya pesen, jangan sampai cedera. Titip teman-teman bermain fair play,” ucapnya, dilansir dari akun Instagram @bepratama, Senin (30/3/2026).

Tak kalah unik, wasit yang telah berlisensi sejak 2016 tersebut juga memberikan kewenangan kepada kapten tim untuk ikut menindak pemainnya sendiri jika melakukan pelanggaran.

“Saya kasih hak kapten buat hukum timnya ketika melakukan pelanggaran,” ujarnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut persetujuan oleh kedua kapten, menciptakan suasana yang cair namun tetap penuh tanggung jawab.

Jalannya Laga Penuh Gengsi

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak awal. Kedua tim menurunkan skuad terbaik mereka untuk memperebutkan kemenangan dalam laga yang disebut sebagai penentu rivalitas.

Dari kubu AAA Clan, Reza Arap menggandeng Hamka Hamzah sebagai pelatih. Ia juga menghadirkan sejumlah nama besar seperti Budi Sudarsono, Uan Kaisar, Atta Halilintar, dan Nyoman Paul.

Sementara itu, tim B2F yang dipimpin Deankt menunjuk Hanif Thamrin sebagai pelatih kepala. Mereka diperkuat pemain berpengalaman seperti Atep dan Ramdani Lestaluhu.

Baca juga  Demi Menu Lezat Bergizi, SPPG Lingga Jaya Kutasari Datangkan Juru Masak Profesional

Bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang bertajuk Marapthon, AAA Clan harus mengakui keunggulan B2F setelah menelan kekalahan dengan skor 3-6. Hasil ini menjadi penegas dominasi B2F dalam laga eksibisi yang sekaligus menjadi final penentu rivalitas kedua tim.

Permainan efektif yang ditunjukkan B2F membuat AAA Clan kesulitan mengimbangi ritme pertandingan, meski sempat memberikan perlawanan di beberapa momen.

Berpotensi Menjadi Tren Baru

Laga AAA Clan vs B2F bukan hanya menghadirkan hiburan dari sisi permainan, tetapi juga memperkenalkan gaya baru dalam dunia perwasitan. Sosok Beni Pratama sebagai wasit asal Purbalingga berhasil mencuri perhatian lewat pendekatan komunikatif dan inovasi konten POV yang ia hadirkan.

Ke depan, konsep “wasit ngonten” yang diusung Beni berpotensi menjadi tren baru dalam meningkatkan transparansi sekaligus kedekatan antara wasit dan penonton di dunia sepak bola.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.