Seorang balita berinisial AFF (3) ditemukan meninggal dunia di selokan Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Kamis sore, (2/4/2026). Korban diduga terseret arus air saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kapolsek Bukateja AKP Dono Hendarto mengatakan, pihaknya menerima laporan dari perangkat desa terkait penemuan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Polisi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. “Anggota piket langsung menuju tempat kejadian perkara setelah menerima laporan,” kata Dono.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, Sudrajat (38), peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika hujan deras turun. Saat itu keluarga berada di dalam rumah dan tidak menyadari korban keluar untuk bermain hujan di depan rumah.
Tak lama kemudian, korban tidak ditemukan di sekitar rumah. Orang tua bersama warga setempat berupaya melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan AFF dalam kondisi tergeletak di selokan.
Polisi menduga korban terpeleset dan jatuh ke saluran air yang saat itu dialiri arus deras. Tubuh korban kemudian terbawa arus hingga sejauh kurang lebih 150 meter dari rumahnya.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun, hasil pemeriksaan menyatakan korban telah meninggal dunia. “Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana,” ujar Dono.
Polisi Ingatkan Pengawasan Balita
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.
Polisi mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, terutama saat kondisi cuaca buruk seperti hujan deras. “Pengawasan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



