Upaya meningkatkan konsumsi protein hewani sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir terus diperkuat. Kali ini, TNI Angkatan Laut melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) menggelar Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut Tahun 2026 di Gedung R.E. Martadinata, Cilacap, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 150 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat pesisir, keluarga besar TNI AL, pelajar sekolah maritim, pelaku UMKM, koperasi, hingga unsur pemerintah daerah.
Tak sekadar penyampaian materi, acara juga dikemas interaktif dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik. Mulai dari demonstrasi langsung pengolahan hasil laut, bazaar ikan dengan harga terjangkau, hingga sajian kuliner berbahan dasar seafood.
Potensi besar laut belum diimbangi konsumsi ikan
Dalam sambutan Komandan Pusteral yang dibacakan Wakil Komandan Pusteral Kolonel Laut (P) Rully Riono, disampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar, namun belum diiringi dengan tingkat konsumsi ikan yang optimal.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki luas perairan mencapai sekitar 3,25 juta kilometer persegi atau sekitar 63 persen dari total wilayah. Potensi lestari sektor perikanan pun diperkirakan mencapai 6,4 juta ton per tahun.
Namun demikian, tingkat konsumsi ikan di masyarakat dinilai masih rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga akses distribusi, terutama di wilayah pelosok.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir dalam mengolah hasil laut agar memiliki nilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha dan mendukung pencegahan stunting,” ujar Rully.
Dorong inovasi dan kesejahteraan masyarakat pesisir
Sosialisasi ini juga bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan inovasi pengolahan, hasil tangkapan laut tidak hanya dikonsumsi langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual tinggi.
Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan konsumsi ikan sekaligus penanganan stunting di masyarakat.
Ia berharap masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, mampu mengembangkan kreativitas dalam mengolah hasil laut sehingga berdampak pada peningkatan gizi dan kesejahteraan ekonomi.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Pengolahan Hasil Laut Tahun 2026 di Lanal Cilacap. Ini sebagai upaya juga untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat dan penanganan stunting,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan maritim di wilayah Cilacap.
Pemda sebut sejalan dengan program Gemarikan
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Sekda Cilacap, Annisa Fabriana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menggalakkan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan).
Menurutnya, sosialisasi ini memberikan edukasi penting kepada masyarakat agar hasil laut tidak hanya dikonsumsi secara sederhana, tetapi diolah menjadi produk yang lebih variatif dan bernilai ekonomi.
“Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan pendapatan melalui pengolahan hasil laut. Program seperti ini perlu terus dilanjutkan,” ujarnya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan, sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru berbasis hasil laut di Cilacap.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



