Pemerintah Kabupaten Purbalingga memanfaatkan momentum silaturahmi dan halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menyampaikan agenda strategis pembangunan dan mitigasi bencana kepada masyarakat. Kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda, melibatkan delapan kecamatan.
Rangkaian pertama berlangsung di Pendapa Kanduruan, Kecamatan Bobotsari, Rabu (8/4/2026), yang diikuti warga dari Kecamatan Mrebet, Bobotsari, Karangjambu, dan Karangreja. Sehari berikutnya, Kamis (9/4/2026), kegiatan serupa dipusatkan di Kecamatan Rembang dengan melibatkan Kecamatan Rembang, Karangmoncol, Karanganyar, dan Kertanegara.
Bupati Purbalingga Fahmi M. Hanif menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dataran tinggi dan lereng Gunung Slamet. Peringatan ini merujuk pada sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada Februari 2026.
“Selalu waspada terhadap potensi bencana, terutama bagi warga di wilayah atas seperti Karangjambu dan Karangreja,” ujarnya.
Fahmi juga mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Ia meminta masyarakat mematuhi larangan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah.
“Terjadi peningkatan suhu kawah secara signifikan. Kami minta masyarakat di lereng Gunung Slamet, khususnya wilayah Mrebet dan Karangreja, meningkatkan kewaspadaan,” kata dia.
Di sisi lain, Fahmi memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh kepada warga terdampak bencana. Ia juga mengapresiasi peran aktif berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah desa, TNI-Polri, DPRD, hingga organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak akan terlaksana tanpa dukungan dan kolaborasi masyarakat,” ujarnya.
Meski begitu, Fahmi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama di sektor infrastruktur. Perbaikan jalan, irigasi, fasilitas umum, hingga penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM menjadi fokus pemerintah daerah ke depan.
Dalam kegiatan di Kecamatan Rembang, Fahmi memaparkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur selama satu tahun terakhir, termasuk perbaikan ruas jalan Pengadegan – Rembang dan Tunjungmuli–Majingklak.
“Permasalahan yang ada kita selesaikan bersama. Program ‘Alus Dalane’ akan terus dilanjutkan pada 2026 dan seterusnya,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menganggarkan pembangunan Jembatan Kramat–Langkap sebesar Rp4,9 miliar, serta perbaikan jalan dari Karangmoncol menuju Bobotsari.
Sementara itu, Camat Bobotsari Tri Wibowo yang mewakili empat kecamatan menyampaikan bahwa sinergi antarwilayah selama ini berjalan baik dan kondisi tetap aman serta kondusif. Ia berharap perhatian pemerintah daerah terus berlanjut melalui program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami siap mendukung visi dan misi pembangunan daerah,” ujarnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



