Bagi masyarakat Banyumas dan sekitarnya, mencari tempat olahraga yang representatif sekaligus menyegarkan mata bukanlah hal sulit. Gelanggang Olahraga (GOR) Soesilo Soedarman yang terletak di dalam area kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kini hadir sebagai destinasi utama.
Mengombinasikan fasilitas atletik modern dengan panorama alam yang memukau, stadion ini menawarkan pengalaman lari pagi yang tidak ditemukan di tempat lain.
Sejarah dan Penghormatan bagi Tokoh Bangsa, Soesilo Soedarman
GOR Soesilo Soedarman bukan sekadar fasilitas olahraga biasa. Stadion yang terletak di dalam kompleks kampus Unsoed ini memiliki nilai historis yang kuat. Nama stadion ini diambil dari Jenderal TNI (Purn.) H. Soesilo Soedarman, seorang tokoh militer kelahiran Kroya yang memiliki jasa besar bagi Indonesia, termasuk menjabat sebagai Menko Polkam periode 1993–1997.
Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan atas kunjungan beliau ke Unsoed pada tahun 1991 saat menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi.
Saat itu, beliau mendorong pembuatan trek lari berbahan karet sintetis yang berkualitas tinggi—sebuah fasilitas yang tergolong mewah dan langka pada masa itu. GOR ini kemudian diresmikan untuk penggunaan umum pada 24 Januari 2000 dan terus bertransformasi hingga saat ini.
Sensasi Trek Internasional dan Udara Sejuk
Daya tarik utama GOR Soesilo Soedarman terletak pada kualitas lintasannya. Berbeda dengan lapangan umum yang biasanya menggunakan tanah atau aspal, GOR ini memiliki trek lari berbahan karet sintetis berstandar internasional.
Material ini dirancang khusus untuk memberikan keamanan lebih bagi para pelari, karena mampu meredam benturan kaki secara optimal untuk mencegah cedera sendi.
Kesegaran lari pagi di sini semakin terasa berkat letak geografis Purwokerto yang berada di kaki gunung. Udara yang masih bersih dan suhu yang relatif sejuk di area kampus Unsoed membuat aktivitas fisik menjadi lebih ringan dan tidak cepat melelahkan.
Panorama Megah Gunung Slamet di Sisi Utara
Faktor yang membuat GOR ini aesthetic adalah visual yang disuguhkannya. Saat cuaca cerah, terutama pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, para pelari akan dimanjakan dengan pemandangan gagah Gunung Slamet di sisi utara.
Puncak tertinggi di Jawa Tengah tersebut seolah menjadi latar belakang raksasa yang menemani setiap putaran lari pengunjung.
Kombinasi antara warna merah bata dari trek lari, hijaunya rumput lapangan tengah, dan birunya siluet Gunung Slamet menciptakan suasana estetik. Tak jarang, banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk berfoto di sela-sela aktivitas olahraga mereka.
Fasilitas Lengkap dan Harga Tiket Masuk Terbaru
Setelah melalui tahap renovasi besar pada awal tahun 2025, GOR Soesilo Soedarman kini memiliki fasilitas yang lebih mumpuni. Area tribun telah dipercantik, toilet dibersihkan secara rutin, dan pencahayaan area stadion pun diperbaiki.
Untuk menikmati fasilitas ini, pengunjung dikenakan tarif masuk yang sangat terjangkau guna mendukung biaya pemeliharaan.
Berdasarkan kebijakan terbaru yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Unsoed Nomor 1271/UN23/PL.14/2025, berikut rinciannya:
* Mahasiswa Unsoed: Rp2.000 (Senin–Sabtu) dan Rp3.000 (Minggu).
* Masyarakat Umum (Dewasa): Rp10.000.
* Anak-anak: Rp5.000.
Aksesibilitas dan Jam Operasional
Lokasi GOR ini sangat strategis karena berada di pusat pendidikan Unsoed, yang dapat diakses dengan mudah baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
GOR dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga sore hari, kecuali jika sedang digunakan untuk kegiatan resmi universitas atau pertandingan atletik daerah.
Healing Murah Meriah di Tengah Kota
Berlari di GOR Soesilo Soedarman Unsoed bukan hanya sekadar membakar kalori, tetapi juga menjadi sarana healing murah meriah di tengah kota.
Dengan trek lari yang nyaman dan suguhan pemandangan Gunung Slamet yang megah, kesehatan fisik dan kesegaran mental bisa didapatkan dalam satu tempat sekaligus.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



