4 Hari Dicari, Nelayan Hilang di Perairan Nusakambangan Ditemukan Mengambang 5 Mil Laut

Faiz Ardani
Tim SAR Gabungan saat evakuasi nelayan tenggelam di perairan Nusakambangan. (Basarnas Cilacap).

Upaya pencarian nelayan yang dilaporkan jatuh di perairan selatan Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akhirnya membuahkan hasil. Setelah empat hari pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (13/4/2026).

Korban diketahui bernama Sungkowo (50), warga Desa Ujung Gagak, Kecamatan Cilacap. Ia ditemukan setelah Tim SAR Gabungan menerima laporan dari nelayan Kampung Laut sekitar pukul 09.00 WIB terkait adanya tubuh mengambang di perairan.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, mengungkapkan bahwa lokasi penemuan korban berada cukup jauh dari titik awal kejadian. “Lokasi penemuan berada pada koordinat 7°48’51.05″S dan 108°57’50.58″T atau sekitar 5,7 nautical mile ke arah timur dari titik awal kejadian,” ujarnya.

Mendapatkan informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera bergerak cepat menuju lokasi untuk memastikan keberadaan korban sekaligus melakukan proses evakuasi. Langkah ini dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan posisi korban saat ditemukan.

Baca juga  Pegawai Pemasyarakatan Ditempa Mental Baja di Nusakambangan

“Selanjutnya, tim segera melakukan proses evakuasi. Pada pukul 10.30 WIB, jenazah korban berhasil dibawa ke darat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

 

Pencarian Berawal dari Laporan Warga

Sebelumnya, Kantor SAR Cilacap menerima laporan kondisi membahayakan manusia pada Jumat (10/4/2026) pukul 05.45 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pelapor bernama Eko yang menyebut adanya nelayan diduga terjatuh dan tenggelam di perairan Samudera Hindia selatan Nusakambangan.

Berdasarkan laporan awal, korban diduga terjatuh di koordinat 7°47’22.23″S dan 108°52’14.82″T. Lokasi tersebut kemudian menjadi titik awal pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

 

Tim SAR Sisir Laut dengan Dua SRU

Memasuki hari keempat operasi, Tim SAR Gabungan membagi tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama bertugas melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta menyebarkan informasi kepada nelayan yang akan melaut.

Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 06. Area pencarian difokuskan dari titik terakhir ke arah timur dengan cakupan sekitar 6 nautical mile persegi.

Baca juga  Raffi Ahmad Kagum Masuk Nusakambangan

 

Operasi SAR Diusulkan Dihentikan

Dengan ditemukannya korban, M Abdullah menyampaikan bahwa operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh tim SAR gabungan serta nelayan yang turut membantu proses pencarian.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!