Kenaikan harga sarana produksi pertanian mulai menekan petani. Dalam beberapa bulan terakhir, lonjakan paling tajam terjadi pada plastik pertanian dan pestisida, yang berdampak langsung pada biaya tanam.
Urip, petani holtikultura asal Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara menyebut plastik pertanian menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Selain itu, harga tangki semprot (tank) dan perlengkapan lain juga ikut terdongkrak.
“Plastik pertanian paling banyak kenaikannya. Tank dan alat lain sekitar 20 persen. Pupuk non-subsidi dan pestisida naik 20 sampai 30 persen,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurut Urip, informasi yang dia ketahui menyebut jika lonjakan harga ini tidak semata terjadi di tingkat pengecer. Sejumlah pelaku usaha menilai faktor hulu menjadi pemicu utama, terutama mahalnya bahan baku plastik yang bergantung pada produk turunan minyak dunia. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mendorong kenaikan harga pestisida karena sebagian bahan bakunya masih impor.
Dampaknya terlihat nyata di lapangan. Harga plastik mulsa ukuran roll besar yang sebelumnya sekitar Rp750 ribu, kini melonjak menjadi Rp1,1 juta per roll. Kenaikan ini membuat beban biaya produksi petani meningkat signifikan.
Sejumlah petani di Banjarnegara mulai menyiasati kondisi ini dengan mengurangi penggunaan sarana produksi atau menyesuaikan pola tanam. Namun langkah tersebut dinilai belum cukup menahan tekanan biaya.
Sarjono petani lainnya mengatakan, plastik mulsa merupakan kebutuhan utama dalam budidaya pertanian holtikultura bukan sekadar pelengkap. Karena itu, setiap kenaikan harga langsung berdampak pada melonjaknya biaya tanam dan semakin memberatkan petani.
“Kondisi ini menekan petani jika harga hasil panen tidak ikut naik. Kenaikan biaya produksi yang tidak diimbangi harga jual membuat keuntungan petani semakin menipis,” katanya.
Jika tren kenaikan ini berlanjut, petani khawatir margin keuntungan akan semakin tergerus, bahkan berpotensi memengaruhi produksi pada musim tanam mendatang.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



