Desa Wisata Tambaknegara yang terletak di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, terus memperkuat posisinya sebagai sentra ekonomi kreatif unggulan.
Salah satu produk yang kini menjadi ikon daerah tersebut adalah Sapu Tepes. Kerajinan tangan ini memanfaatkan potensi alam berupa serabut kelapa yang melimpah untuk diolah menjadi alat kebersihan bernilai ekonomi tinggi.
Produksi Sapu Tepes bukan sekadar aktivitas sampingan bagi warga, melainkan identitas kerajinan Banyumas yang telah turun-temurun. Melalui sentuhan kreativitas masyarakat setempat, limbah serabut kelapa yang awalnya dianggap tidak bernilai kini menjelma menjadi produk fungsional yang menembus pasar lokal hingga luar daerah.
Inovasi Produk Ramah Lingkungan dari Limbah Alam
Secara teknis, kata “Tepes” merujuk pada sabut atau serabut kelapa dalam bahasa lokal. Di tengah tren produk pembersih berbahan plastik, Sapu Tepes dari Desa Tambaknegara tetap menjadi primadona karena daya tahannya.

Produk ini dikenal lebih efektif membersihkan berbagai jenis permukaan lantai tanpa merusak teksturnya.
Keberlanjutan produksi ini didorong oleh ketersediaan bahan baku yang melimpah di wilayah Rawalo. Dengan memanfaatkan serabut kelapa, para pengrajin secara langsung berkontribusi pada pengurangan limbah organik sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi warga desa.
Proses Pembuatan Sapu Tepes yang Terstruktur dan Presisi
Kualitas unggul dari kerajinan asal Banyumas ini tidak lepas dari proses produksinya yang terstruktur. Berikut adalah tahapan utama dalam pembuatan Sapu Tepes di Desa Wisata Tambaknegara:
* Pembersihan Bahan Baku: Proses diawali dengan mengumpulkan serabut kelapa kering. Bagian ini dibersihkan dari sisa tempurung dan disisir secara manual menggunakan sikat kawat untuk memisahkan serat panjang dari serbuknya.
* Penguraian Serat: Untuk menghasilkan sapu yang halus dan rapi, serabut dimasukkan ke dalam mesin giling sederhana. Tahap ini memastikan serat memiliki ketebalan yang seragam sebelum dirakit.
* Penjemuran Alami: Serat yang telah halus dijemur di bawah sinar matahari langsung. Hal ini krusial agar produk akhir tidak mudah berjamur, lebih awet, dan memiliki warna cokelat cerah yang alami.
* Perakitan Kepala Sapu: Serat yang sudah kering kemudian ditata dan dijepit menggunakan cetakan plastik khusus, lalu diikat kuat dengan benang nilon atau kawat agar tidak mudah rontok saat digunakan.
* Pemasangan Gagang dan Finishing: Tahap akhir meliputi pemasangan gagang dari kayu atau bambu. Produk kemudian dibungkus plastik pelindung untuk menjaga kebersihan sebelum didistribusikan ke konsumen.
Peran KUBE dalam Memperkuat Ekonomi Desa
Keberhasilan Desa Tambaknegara dalam menjaga eksistensi Sapu Tepes tidak lepas dari peran kelompok usaha bersama, seperti KUBE Tambak Lestari 1. Melalui wadah ini, para pengrajin mendapatkan pendampingan dalam manajemen produksi dan perluasan akses pasar.
Kehadiran industri kreatif ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Sebagai bagian dari Desa Wisata Tambaknegara, Sapu Tepes kini bukan hanya sekadar alat pembersih, melainkan simbol ketahanan ekonomi dan kreativitas masyarakat Kabupaten Banyumas.
Bagi pengunjung yang tertarik melihat langsung proses produksi atau ingin memesan produk kerajinan ini, Desa Wisata Tambaknegara terbuka sebagai destinasi wisata edukasi kerajinan tangan di wilayah Banyumas.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



