Mahasiswa di Purwokerto Jadi Korban Penganiayaan Brutal, Tribhata Banyumas Turun Tangan 

Besari
Korban dugaan penganiayaan berinisial D, beserta keluarganya, dan didampingi Direktur Advokasi Tribhata Banyumas, Salsabila Hasna Huaida, saat melaporkan ke Polresta Banyumas, Senin (20/04/2026). (Besari)

Seorang mahasiswa di Purwokerto berinisial D, mengaku sebagai korban penganiayaan. Dia dianiaya oleh rekan di kampusnya, bahkan sempat disekap beberapa hari di sebuah rumah kos. Guna mengusut tuntas kasus ini, korban resmi meminta pendampingan hukum kepada Tribhata Banyumas.

Direktur Advokasi Tribhata Banyumas, Salsabila Hasna Huaida, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima kuasa dari korban untuk mengawal proses hukum yang sedang berjalan.

“Kami menerima kuasa dari korban atau pelapor berinisial D, yang merupakan saksi korban dalam peristiwa yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, perampasan barang, hingga penyekapan,” ujar Salsabila lewat keterangan resminya, Senin (20/04/2026) malam.

Laki-laki berinisial D, kepada Salsabila, menceritakan, rangkaian kekerasan ini bermula pada Selasa, 14 April 2026. Saat itu, korban yang sedang berada di sekretariat organisasi kemahasiswaan. Datang sejumlah terduga pelaku, masing-masing berinisial J, B, L, dan S beserta rekan-rekannya.

Dibawah ancaman senjata tajam, korban dipaksa menuju area kantin. Di lokasi tersebut, korban diintimidasi secara psikologis dan dipaksa mengakui persoalan pribadi terkait seorang perempuan berinisial A.

Baca juga  Menu MBG di Banyumas Ini Bisa Dipantau Orangtua Siswa, Termasuk Nilai Gizinya

Tak berhenti disitu, intimidasi dan kekerasan berlanjut. Korban dipukul di berbagai bagian tubuh. Terduga pelaku juga sempat menyulutkan rokok ke tubuh korban beberapa kali.

Pada Selasa malam, korban dibawa ke sebuah rumah kos milik pelaku J. Di sana, ponsel korban dirampas dan ia dilarang berkomunikasi dengan keluarga, hingga menyebabkan korban melewatkan Ujian Tengah Semester (UTS).

Penyiksaan berlanjut pada Rabu, 15 April 2026. Meski sempat dibawa pulang untuk mengambil uang dan pakaian di bawah pengawasan pelaku, korban kembali diseret ke kos.

Di tempat itulah, para pelaku diduga meneteskan lilin panas ke tangan, leher, kaki, dan bagian tubuh korban lainnya hingga mengakibatkan luka bakar serius.

Korban baru dilepaskan dan kembali ke rumah pada Kamis, 16 April 2026. Sementara itu, ponsel milik korban baru bisa diamankan oleh pihak keluarga pada Sabtu, 18 April 2026.

Upaya keluarga mencari keadilan justru menemui jalan buntu saat mendatangi rektorat universitas tempat korban menempuh pendidikan pada Senin, 20 April 2026. Bukannya mendapat perlindungan, pihak keluarga justru merasa diabaikan dan ditekan.

Baca juga  Sunmor GOR Satria Purwokerto: Destinasi Minggu Pagi Terpopuler di Banyumas

Salsabila menyebutkan bahwa keluarga korban diduga mengalami intimidasi dari dua oknum pejabat kampus saat mencoba melakukan klarifikasi.

“Keluarga korban juga mengalami intimidasi verbal, diancam tak bisa kuliah dimanapun dan diancam akan dilaporkan balik,” kata Salsabila.

Tak tinggal diam atas ketidakadilan tersebut, keluarga korban didampingi Tribhata Banyumas secara resmi telah melaporkan kasus ini ke Polresta Banyumas pada Senin, 20 April 2026. Langkah ini diambil demi memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan perlindungan bagi korban.

Sebagai bentuk komitmen Tribhata Banyumas, Salsabila menyatakan sikap tegas untuk mengecam keras segala bentuk kekerasan dan tindakan tidak manusiawi di lingkungan pendidikan.

Mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut kasus ini, mendorong pihak kampus untuk bersikap kooperatif dan berhenti melakukan intimidasi terhadap korban.

Serta mengawal proses hukum hingga para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan. “Kita akan terus dampingi dan mengawal dalam persoalan ini, sampai mendapatkan keadilan,” kata Salsa.

 

 

Baca juga  Satgas Parkir Pemkab Banyumas Tertibkan Juru Parkir Liar dan Tak Beridentitas di Purwokerto

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!