SEDIKITNYA 146 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Banjarnegara menjalani skrining kesehatan guna memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026) melalui kerja sama antara pihak rutan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.
Skrining yang dilakukan mencakup pemeriksaan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) dan HIV, serta deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus pengendalian risiko penyebaran penyakit di lingkungan rutan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, tenaga kesehatan dari Puskesmas Banjarnegara 1, serta dukungan kader kesehatan Mentari Sehat. Proses skrining juga mendapat pemantauan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara bersama Kepala Puskesmas Banjarnegara 1 untuk memastikan prosedur berjalan optimal.
Skrining Warga Binaan Bentuk Komitmen Ciptakan Lingkungan Rutan yang Sehat
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menegaskan bahwa skrining kesehatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kesehatan warga binaan sekaligus menciptakan lingkungan rutan yang lebih aman.
“Skrining kesehatan penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Kami ingin memastikan warga binaan tetap sehat dan lingkungan rutan menjadi lebih aman serta produktif,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan semata, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan menyeluruh, termasuk peningkatan kualitas kesehatan fisik warga binaan.
Dengan adanya skrining rutin, diharapkan potensi penyebaran penyakit di dalam rutan dapat ditekan. Selain itu, kolaborasi antara Rutan Banjarnegara dan Dinas Kesehatan menjadi bentuk nyata pelayanan kesehatan yang inklusif, termasuk bagi kelompok rentan di lingkungan pemasyarakatan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



