PEMERINTAH Kabupaten Banjarnegara melalui dinas terkait meningkatkan pengawasan terhadap hewan kurban yang masuk ke wilayahnya menjelang perayaan Iduladha 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Firman Sapta Adi, menjelaskan bahwa pengawasan difokuskan pada titik-titik strategis seperti pasar hewan. Setiap ternak yang masuk akan melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
“Pengawasan di jalan memang tidak dilakukan, tetapi semua hewan kurban yang masuk pasar kami periksa secara menyeluruh. Kami juga sudah menyiapkan tempat karantina bagi hewan yang terindikasi kurang sehat,” ujarnya.
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Selain pemeriksaan rutin, pemerintah daerah juga terus menggencarkan vaksinasi untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari target 17 ribu dosis vaksin, lebih dari 50 persen ternak di Banjarnegara telah menerima vaksinasi.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan hewan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, petugas berwenang untuk menolak masuknya hewan tersebut. Sementara itu, hewan yang dicurigai terpapar penyakit akan langsung dikarantina untuk penanganan lebih lanjut.
Stok Hewan Kurban Dipastikan Aman
Dari sisi ketersediaan, Banjarnegara dinilai memiliki stok hewan kurban yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data Maret 2026, terdapat sekitar 22 ribu ekor sapi di Banjarnegara, dengan 11 ribu di antaranya siap untuk hewan kurban.
Menariknya, sebagian masyarakat justru memilih sapi dari Jawa Timur karena harga yang lebih terjangkau, berkisar antara Rp22 juta hingga Rp25 juta per ekor. Sementara sapi lokal Banjarnegara yang dikenal berkualitas unggul banyak dipasarkan ke luar daerah seperti Jawa Barat dan Jakarta dengan harga di atas Rp30 juta.
Kambing dan Domba Surplus, Banyak Diminati Daerah Lain
Tidak hanya sapi, Banjarnegara juga memiliki stok kambing dan domba yang melimpah. Tercatat sekitar 22 ribu ekor kambing siap kurban dari total populasi lebih dari 200 ribu ekor. Sementara itu, jumlah domba siap kurban mencapai 14 ribu ekor dari total populasi sekitar 60 ribu.
Kebutuhan kurban di Banjarnegara sendiri diperkirakan berada di kisaran 7.000 ekor kambing dan domba. Dengan jumlah tersebut, kelebihan stok biasanya justru dipasarkan ke berbagai daerah lain yang membutuhkan.
Komitmen Jaga Kesehatan dan Kualitas Hewan Kurban
Upaya pengawasan, vaksinasi, hingga penyediaan karantina menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban. Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir terhadap kesehatan hewan yang dikurbankan.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



