Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 20 rumah warga di Dusun Kalideres, Desa Jatilawang, Kecamatan Wanayasa, dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi pada Rabu sore, 29 April 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Saat kejadian, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan dalam keadaan cerah tanpa hujan.
“Cuaca sebenarnya cerah, tidak ada hujan. Namun tiba-tiba muncul angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan pada bagian atap rumah warga,” kata Aji, Rabu (29/4/2026).
Angin kencang tersebut menyapu permukiman warga di wilayah RT 02 dan RT 03 RW 09. Akibatnya, sejumlah atap rumah, baik seng maupun genteng, mengalami kerusakan, bahkan sebagian terbawa angin.
BPBD Banjarnegara yang menerima laporan segera menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 20 kepala keluarga dengan total 84 jiwa terdampak langsung oleh kejadian ini. Mayoritas kerusakan tergolong ringan.
“Bantuan yang disiapkan antara lain 20 paket permakanan untuk mendukung kerja bakti warga, serta material non-permakanan berupa 150 lembar seng dan 50 batang kayu kaso,” ujar Aji.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang belakangan ini kerap berubah secara mendadak.
“Kami meminta warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meskipun dalam kondisi cuaca terlihat cerah,” katanya.
Warga bersama relawan setempat langsung bergotong royong melakukan perbaikan darurat agar rumah tetap dapat ditempati.
Sebagai tindak lanjut, kerja bakti gabungan digelar pada Kamis, (30/4/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan difokuskan di kawasan permukiman terdampak di Dusun Kalideres.
Kapolsek Wanayasa, Iptu Bambang, mengatakan kerja bakti dilakukan secara terpadu melibatkan berbagai unsur.
“Kegiatan ini melibatkan TNI dari Koramil 12 Wanayasa, Polsek Wanayasa, BPBD Banjarnegara, Forkompimca Wanayasa, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat setempat,” ujarnya.
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan material sisa kerusakan serta perbaikan sementara atap rumah warga yang terdampak. Upaya ini dilakukan agar kondisi hunian kembali layak ditempati sembari menunggu bantuan lanjutan.
“Kepolisian memastikan situasi di wilayah terdampak dalam kondisi aman dan terkendali pascakejadian,” katanya.



