Bukan Batalyon Biasa, Banjarnegara Bakal Punya Batalyon Teritorial Pembangunan

Heri C
Dandim 0704 Banjarnegara beserta sejumlah perwira saat meninjau lokasi pembangunan Yon TP di Kecamatan Punggelan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Kodim 0704 Banjarnegara)

Rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kabupaten Banjarnegara mulai memasuki tahap persiapan teknis. Lokasi pembangunan berada di Dusun Wanarata, Desa Sidarata, Kecamatan Punggelan, dengan cakupan lahan mencapai sekitar 50 hektare yang juga meliputi wilayah Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi.

Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Nodelismen Hulu, mengatakan hasil peninjauan teknis menunjukkan lahan yang disiapkan telah memenuhi kebutuhan awal pembangunan markas dan fasilitas pendukung batalyon. “Data teknis setelah kita tinjau, luas lahan sekitar 50 hektare berada di Desa Sidarata Kecamatan Punggelan dan Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi. Dari Kementerian Pertahanan RI, awal Mei sudah harus mulai terbangun barak militer terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan secara bertahap,” katanya, Senin (18/5/2026).

Menurut Dandim, pembentukan Yonif TP merupakan bagian dari strategi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat atas arahan Presiden guna memperkuat stabilitas keamanan sekaligus mendukung percepatan pembangunan nasional, terutama di sektor ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Berbeda dengan batalyon infanteri pada umumnya, Yonif TP dirancang memiliki fungsi multifungsi. Selain menjalankan tugas pertahanan, satuan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan lahan tidur melalui sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna mendukung swasembada pangan nasional.

Baca juga  Lanjutkan Pencarian, 11 Alat Berat dan Anjing Pelacak Dikerahkan di Lokasi Longsor Pandanarum

“Tak hanya itu, batalyon ini juga akan dilengkapi kemampuan pembangunan infrastruktur melalui kompi zeni konstruksi serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui kompi medis,” katanya.

Struktur Yonif TP nantinya tidak hanya terdiri dari kompi senapan dan kompi bantuan, namun juga dilengkapi kompi pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi. Konsep tersebut disiapkan agar keberadaan batalyon dapat langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Pembentukan Yonif TP juga disebut menjadi bagian dari dukungan terhadap sejumlah program nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis.

Kementerian Pertahanan RI menargetkan pembentukan sekitar 100 batalyon setiap tahun dengan proyeksi hingga 500 batalyon yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Sejumlah batalyon telah mulai dibentuk di berbagai wilayah strategis, termasuk kawasan perbatasan, pulau terluar, dan daerah potensial pertanian.

“Setiap batalyon diproyeksikan memiliki kekuatan antara 500 hingga lebih dari 1.000 personel, dengan proses perekrutan dan pengisian personel dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.

 

Baca juga  Dua Kabag dan 5 Kapolsek di Polres Banjarnegara Resmi Berganti

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!