UPAYA pencarian terhadap 25 warga yang masih hilang akibat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, terus dikebut. Memasuki hari kelima longsor Pandanarum, tim gabungan kembali memperkuat operasi pencarian dengan menerjunkan 11 alat berat serta anjing pelacak untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Komandan Satgas Penanganan Bencana Longsor Situkung yang juga Dandim 0704 Banjarnegara, Letkol Czi Teguh Prasetyanto, mengatakan bahwa seluruh unsur gabungan bekerja maksimal untuk menemukan para korban yang dilaporkan hilang.
“Fokus kami tetap pada pencarian 25 warga yang belum diketahui keberadaannya. Setiap hari, seluruh tim melakukan penyisiran di titik-titik rawan yang menjadi pusat longsoran,” ungkap Teguh, Kamis (20/11/2025)
Personel Gabungan Meningkat Jadi Lebih dari 700 Orang
Untuk mengoptimalkan operasi pencarian korban longsor Pandanarum, jumlah personel gabungan turut ditambah. Bila sebelumnya tim beranggotakan 500 personel, kini lebih dari 700 personel terjun ke lapangan. Mereka terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, SAR, relawan lokal, hingga masyarakat setempat.
Para personel tersebut dibagi ke dalam beberapa sektor pencarian untuk mempercepat proses identifikasi lokasi korban tertimbun. Puluhan relawan juga membantu mengirimkan logistik dan mendukung operasi teknis di lapangan.
“Setiap sektor kami pantau secara berkala. Penambahan personel diharapkan dapat mempercepat operasi karena medan di lokasi cukup berat dan cuaca sering berubah,” katanya.
11 Alat Berat dan 6 Anjing Pelacak Perkuat Operasi
Pada hari ke empat pencarian, tim gabungan menurunkan enam alat berat. Namun melihat medan yang sangat luas dan tumpukan material longsor yang begitu tebal, jumlahnya ditambah menjadi 11 unit alat berat.
Selain itu, hadir pula enam anjing pelacak (K9) yang disebar ke tiga titik pencarian prioritas. Kehadiran K9 diharapkan dapat membantu menemukan titik-titik yang diduga terdapat korban tertimbun.
“Alat berat ini kami gunakan untuk membuka akses, mengangkat material besar, serta mengevakuasi longsoran yang menimbun permukiman warga,” jelas Teguh.
Menurutnya, kehadiran anjing pelacak sangat membantu tim lapangan dalam menemukan tanda-tanda keberadaan korban di antara material longsor yang cukup tebal.
Medan Sulit dan Cuaca Tidak Stabil Jadi Tantangan Longsor Pandanarum
Di tengah upaya maksimal tersebut, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis. Struktur tanah yang labil, tingginya tebing longsoran, hingga potensi longsor susulan membuat operasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Selain itu, hujan yang turun pada Rabu (19/11/2025) malam membuat kondisi medan longsor Pandanarum ini semakin licin dan berbahaya. Meski demikian, tim gabungan memastikan proses pencarian tetap dilakukan secara terukur demi keselamatan para personel.
“Kita tetap mengutamakan keselamatan. Ada beberapa titik yang tidak bisa dikerjakan saat kondisi hujan. Namun pada pagi hingga siang hari, kami memaksimalkan seluruh alat yang ada,” kata Teguh.
Harapan Penemuan Korban dan Dukungan Logistik
Hingga hari kelima, sejumlah warga masih menunggu kabar anggota keluarga mereka yang hilang. Posko utama pencarian korban longsor Pandanarum juga telah diperkuat dengan dukungan logistik, makanan, dan tenda relawan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan kebutuhan tim pencarian serta para penyintas dapat terpenuhi selama operasi berlangsung.
Teguh berharap cuaca bersahabat sehingga proses pencarian dapat terus dilakukan tanpa hambatan. “Kami berkomitmen untuk bekerja maksimal sampai seluruh korban ditemukan,” tegasnya.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





