KONDISI sedimentasi di Waduk Panglima Besar (PB) Soedirman atau Waduk Mrica di Kabupaten Banjarnegara menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedimentasi yang disebut telah mencapai 93 persen dinilai berdampak besar terhadap kapasitas produksi listrik serta keberlangsungan lingkungan di wilayah sekitar.
Dalam kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 wilayah Banyumas Raya yang digelar di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026), Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengungkapkan bahwa kondisi Waduk Mrica semakin memprihatinkan.
Menurutnya, tingginya sedimentasi menyebabkan produksi energi listrik dari waduk tersebut terus mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kondisi sedimentasi di Waduk Mrica sudah mencapai 93 persen, sehingga hasil energinya menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Amalia.
Ia menegaskan, dampak sedimentasi Bendungan PB Soedirman tidak hanya dirasakan masyarakat Banjarnegara, tetapi juga memengaruhi pasokan energi dan tata kelola lingkungan di sejumlah wilayah Jawa Tengah.
Pemkab Banjarnegara Usulkan Waduk Mrica Masuk PSN
Sebagai langkah percepatan penanganan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara telah mengusulkan agar penanganan Waduk Mrica masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Amalia menilai dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat penting agar koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait dapat berjalan lebih efektif.
“Kami sudah menginisiasi usulan PSN. Dukungan pemerintah provinsi sangat penting untuk memperkuat penanganan Bendungan PB SOedirman ini,” katanya.
Selain persoalan sedimentasi, Amalia juga menyoroti tingginya tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Banjarnegara. Ia menyebut sekitar 70 persen wilayah Banjarnegara termasuk kawasan rawan bencana alam.
Kondisi tersebut membuat penataan kawasan dari hulu hingga hilir menjadi kebutuhan mendesak untuk meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.
Gubernur Siap Kawal Penanganan Waduk Hingga ke Pusat
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan Pemprov Jateng siap mengawal penanganan sedimentasi Waduk Mrica hingga ke pemerintah pusat.
Menurut Luthfi, persoalan Waduk Mrica berkaitan dengan proyek strategis milik PLN sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat.
“Waduk Mrica akan kita dorong ke pemerintah pusat. Karena ini berkaitan dengan proyek PLN, nanti akan kita surati dan kita kawal bersama agar sedimentasi bisa segera ditangani,” ujar Luthfi.
Ia menambahkan, penyelesaian persoalan pembangunan di wilayah Banyumas Raya, termasuk Banjarnegara, harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Sedimentasi Waduk Mrica Jadi Ancaman Lingkungan dan Energi
Waduk Mrica selama ini memiliki peran penting sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pengendali banjir, hingga penyedia air bagi masyarakat. Tingginya sedimentasi dikhawatirkan dapat mengurangi fungsi utama waduk secara signifikan.
Karena itu, percepatan penanganan sedimentasi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi, lingkungan, dan keselamatan wilayah di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
*Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!



