Keren! SMAN 1 Binangun Bungkus Daging Kurban Pakai Daun Pisang demi Tekan Sampah Plastik

Faiz Ardani
Kepala SMAN 1 Binangun, bagikan daging kurban dengan bungkus daun pisang dan besek bambu untuk mengurangi sampah plastik. (Faiz Ardani).

Suasana pembagian daging kurban di SMA Negeri 1 Binangun Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Alih-alih menggunakan kantong plastik, panitia memilih membungkus daging kurban dengan daun pisang dan besek bambu sebagai upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Konsep ramah lingkungan tersebut tidak hanya menjadi aksi peduli alam, tetapi juga sarana edukasi bagi para siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Dalam kegiatan itu, kepala sekolah, guru, hingga siswa turut terlibat langsung membagikan daging kurban kepada warga di sekitar sekolah.

Kepala SMAN 1 Binangun, Sukami, SPd., mengatakan penggunaan daun pisang dan besek dipilih karena dinilai lebih ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Selain mudah diperoleh, bahan alami tersebut juga lebih mudah terurai.

“Selain harga plastik sedang naik, penggunaan daun pisang lebih ramah lingkungan dan praktis karena bahan ini mudah ditemukan di wilayah Cilacap,” ujarnya.

Baca juga  Alfamart Kumpulkan 26 Ribu Kantong Darah di 34 Kota dalam Momen Ulang Tahun ke-26

Menurutnya, penggunaan bungkus alami juga menjadi salah satu upaya sederhana untuk menekan volume sampah plastik yang sulit terurai dan kerap menimbulkan persoalan lingkungan.

 

Tanamkan Nilai Kepedulian dan Gotong Royong

Kegiatan kurban di sekolah itu tidak hanya berfokus pada pembagian daging semata. SMAN 1 Binangun juga menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana pendidikan karakter bagi siswa.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus meneladani keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.

Selain itu, siswa juga diajak membangun rasa peduli dan semangat berbagi kepada sesama. Semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga sekolah pun menjadi salah satu nilai utama yang terus diperkuat melalui kegiatan kurban tahunan tersebut.

“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga pembelajaran langsung bagi siswa tentang makna ibadah kurban dan kepedulian sosial,” kata Sukami.

 

Siswa Ikut Terlibat Langsung

Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan berbagai unsur sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, OSIS, komite sekolah hingga wali murid. Sejumlah siswa juga tampak aktif membantu proses pembungkusan dan distribusi daging kurban.

Baca juga  Rita Pasaraya Cilacap Terbakar Hebat, Api Ludeskan 3 Lantai dan Menjalar ke Pertokoan

Ketua OSIS SMAN 1 Binangun, Wanda Meliana, mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga. Menurutnya, siswa bisa belajar langsung mengenai kerja sama, kepedulian sosial, hingga pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami jadi belajar berbagi dengan masyarakat sekaligus memahami pentingnya mengurangi sampah plastik,” ujarnya.

Daging kurban tersebut dibagikan kepada siswa kurang mampu, warga sekitar sekolah, tenaga kebersihan, satpam, pegawai non-PNS, hingga masyarakat dhuafa di sekitar lingkungan sekolah.

 

Diharapkan Jadi Agenda Rutin

Pihak sekolah berharap kegiatan kurban ramah lingkungan tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Selain mempererat hubungan sekolah dengan masyarakat, kegiatan itu juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang religius, peduli, dan dermawan.

Tak hanya itu, sekolah juga ingin menumbuhkan semangat solidaritas sosial dan budaya berbagi di kalangan pelajar sejak dini.

Dengan konsep sederhana namun penuh makna, pembagian daging kurban menggunakan daun pisang dan besek bambu itu pun mendapat respons positif dari masyarakat sekitar.

 

 

Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!

Baca juga  Drama Sengketa Sekdes di Cilacap, PT TUN Surabaya Menangkan Kepala Desa