Rapor Merah Persibangga Usai Takluk dari Wahana FC di Liga 4 Nasional

Kurnia
Asisten Pelatih Persibangga (tengah) memberikan keterangan pers usai takluk dari Wahana FC, Selasa (2/6/2026). Persibangga diliputi rapor merah dalam laga melawan Wahana FC. (Seputar Banyumas)

Tim kepelatihan Persibangga Purbalingga memberikan rapor evaluasi yang mendalam bagi performa anak asuhnya setelah menelan kekalahan pahit pada laga kedua Grup D Babak 64 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026 Putaran Nasional.

Bertanding di hadapan pendukung sendiri di Stadion Goentoer Darjono, Selasa (2/6/2026) sore, Laskar Jenderal Soedirman dipaksa mengakui keunggulan tim tamu, Wahana FC.

Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Asisten Pelatih Persibangga Purbalingga, Fauzan Fajri Nasrullah, secara terbuka membedahkan sejumlah catatan merah yang menjadi penyebab utama kegagalan timnya mengamankan poin penuh. Tim kepelatihan menyoroti faktor teknis, kendala fisik, hingga runtuhnya mental bertanding sepanjang laga berjalan.

Rapor Merah Akibat Banyaknya Kesalahan Sendiri

Evaluasi utama yang menjadi sorotan tajam tim kepelatihan adalah buruknya organisasi permainan akibat koordinasi yang lemah antar-pemain.

Fauzan Fajri mengakui bahwa aliran bola dan strategi yang telah direncanakan tidak berjalan karena para pemain kerap melakukan kesalahan fundamental yang merugikan tim sendiri.

Baca juga  Aklimatisasi Jelang All England Rampung, Tim Bulutangkis Indonesia Fokus ke Birmigham

“Kita memang akui dalam permainan masih banyak kesalahan-kesalahan sendiri. Dan itu akan menjadi bahan evaluasi dari tim kepelatihan,” ujar Fauzan di hadapan para awak media.

Kesalahan-kesalahan individu tersebut membuat Persibangga gagal mendominasi permainan dan justru memberikan ruang bagi Wahana FC untuk melancarkan tekanan.

Kendala Fisik dan Masalah Pemanasan Tanpa Bola

Selain faktor teknis di dalam lapangan, rapor performa Persibangga juga dipengaruhi oleh kendala non-teknis sebelum sepak mula dilakukan. Padatnya jadwal turnamen yang mengharuskan ada dua pertandingan dalam satu hari membuat Andre Putra cs kehilangan porsi pemanasan yang ideal, terutama adaptasi taktis menggunakan bola.

“Kalau dalam permainan, kita kurang berkembang karena salah satunya juga terkendala dari pemanasan. Dalam satu hari ada dua pertandingan. Di pertandingan kedua, kita tidak ada pemanasan dengan bola. Sehingga kita adaptasi terhadap bola, kita butuh waktu,” ungkap Fauzan membeberkan situasi fisik anak asuhnya.

Bagi jajaran pelatih, absennya pemanasan dengan bola sangat memengaruhi sentuhan pertama dan kesiapan fisik pemain dalam menghadapi intensitas tinggi.

Baca juga  BPBD Purbalingga Susun Renkon Penanganan Tanah Longsor, Ini Tujuannya 

“Mungkin ini di pertandingan kedua. Tapi memang pemanasan kan memang penting untuk pemain,” tambahnya.

Kehilangan Fokus Mental dan Bermain Tergesa-gesa

Catatan terakhir dalam rapor evaluasi Persibangga sore itu adalah ketidakmampuan para pemain dalam mengontrol emosi. Tensi tinggi yang tersaji sejak menit awal membuat skuad tuan rumah mudah terpancing provokasi dan tekanan atmosfer pertandingan, yang berujung pada hilangnya konsentrasi.

“Sedangkan terkait dengan teknis, awal-awal pertandingan tensi sudah tinggi. Pemain mudah terpancing, jadi hilang fokus, ritme permainan jadi berubah,” kata Fauzan menganalisis runtuhnya mental bertanding tim.

Kondisi psikologis pemain dinilai semakin memburuk setelah mereka berada dalam posisi tertinggal.

Keinginan yang terlalu menggebu-gebu untuk menyamakan kedudukan di babak kedua justru membuat lini serang bermain tanpa arah dan terburu-buru.

“Akhirnya setelah ketinggalan, pemain di babak kedua terlalu buru-buru untuk segera cetak gol. Jadi, seperti takut untuk pegang bola. Itu aja,” pungkas Fauzan menutup evaluasi tersebut.

Kekalahan di kandang sendiri menjadi alarm keras bagi anak asuh Agus Riyanto tersebut. Rapor evaluasi mengenai lemahnya kontrol emosi, minimnya adaptasi bola, dan banyaknya kesalahan sendiri inilah bakal pekerjaan rumah terbesar yang harus segera dibenahi oleh jajaran pelatih agar performa serupa tidak terulang kembali.

Baca juga  Persibangga Wajib Kalahkan Persibas Untuk Amankan Tiket 16 Besar

* Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.