Bak Negeri Salju, Hamparan Rumput di Dieng Membeku Akibat Embun Es

Syarif TM
Wisatawan saat menikmati hamparan embun es di Dieng Banjarnegara. (dok.pribadi)

FENOMENA embun es atau yang dikenal masyarakat Dieng sebagai embun upas kembali muncul di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara dan menjadikan hamparan es tersebut menjadikan Dieng bak negeri salju.

Kemunculan fenomena alam musiman ini terjadi setelah suhu udara di kawasan tersebut turun drastis hingga mencapai minus 1 derajat Celsius. Hamparan ruput memutih bak negeri salju karena tertutup oleh embun yang berubah menjadi es akibat cuaca mencapai minus 1 derajat selsius..

Hamparan rumput di sekitar Kompleks Candi Arjuna tampak berubah menjadi putih berkilau akibat tertutup kristal es. Pemandangan langka tersebut langsung menarik perhatian wisatawan yang sengaja datang sejak dini hari untuk menyaksikan fenomena negeri salju yang menjadi khas musim kemarau di dataran tinggi Dieng.

Embun beku terlihat menempel pada rerumputan, dedaunan, hingga batang tanaman yang berada di area terbuka. Bahkan, pada sejumlah permukaan benda seperti meja dan atap bangunan, lapisan es tipis juga mulai terbentuk akibat suhu yang berada di titik beku.

Baca juga  100 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Untuk Penarik Becak di Banjarnegara

Warga setempat memperkirakan ketebalan embun es kali ini mencapai sekitar setengah sentimeter. Kondisi tersebut membuat hamparan rumput di kawasan wisata Candi Arjuna terlihat seperti diselimuti salju tipis.

Suhu Dieng Turun Drastis, Embun Es Mulai Terbentuk Sejak Dini Hari

Warga Dieng, Hasta Priambodo, mengatakan suhu udara di kawasan Dataran Tinggi Dieng terus mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir hingga menjadikan hamparan lahan diselimuti embun es pada pagi hari.

Menurutnya, jika sebelumnya suhu minimum masih berada di kisaran 2 derajat Celsius, kini suhu udara telah menyentuh minus 1 derajat Celsius pada dini hari.

“Penurunan suhu yang sangat drastis pada malam hingga menjelang pagi inilah yang memicu terbentuknya embun es atau embun upas,” ujarnya.

Fenomena embun es biasanya mulai terbentuk sekitar pukul 03.00 WIB dan bertahan hingga sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah matahari mulai meninggi, lapisan es perlahan mencair dan kembali menjadi embun biasa.

Hasta menjelaskan, embun upas merupakan fenomena alam yang hampir selalu muncul saat puncak musim kemarau, terutama pada periode Juni hingga Agustus. Namun, tidak semua wilayah Dieng mengalami kondisi yang sama karena fenomena ini sangat dipengaruhi faktor geografis dan kontur lahan.

Baca juga  Menuju Dieng Banjarnegara Tanpa Khawatir, Ini Jalur Aman Favorit Wisatawan Pemula

Wisatawan Rela Datang Tengah Malam Demi Melihat Embun Es Dieng

Kemunculan embun upas kembali menjadi daya tarik utama wisata Dieng pada musim kemarau tahun ini. Banyak wisatawan sengaja datang sejak malam hari untuk berburu momen langka tersebut.

Salah satunya Erwin, wisatawan asal Salatiga, yang mengaku berangkat menuju Dieng sejak malam setelah mengetahui informasi kemunculan embun es dari media sosial.

“Kami melihat informasi bahwa embun es sudah mulai muncul di Dieng. Karena itu kami berangkat dari Salatiga sekitar pukul 19.00 WIB agar bisa menyaksikannya langsung saat pagi hari,” katanya.

Ia mengaku senang karena akhirnya dapat melihat langsung hamparan rumput yang tertutup kristal es. Pengalaman tersebut menjadi momen yang tidak terlupakan meskipun harus menghadapi suhu udara yang sangat dingin.

Menurut Erwin, dirinya juga pernah datang ke Dieng pada musim kemarau tahun sebelumnya, namun saat itu tidak beruntung karena fenomena embun es belum muncul.

Jadi Fenomena Khas Musim Kemarau, Wisatawan Diminta Waspadai Suhu Ekstrem

Fenomena embun upas merupakan salah satu daya tarik alam paling unik yang dimiliki Dataran Tinggi Dieng. Kondisi geografis kawasan yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut membuat suhu udara dapat turun hingga mendekati titik beku saat musim kemarau.

Baca juga  Standar Zakat Fitrah dan Fidyah pada 4 Kabupaten di Banyumas Raya

Kompleks Candi Arjuna menjadi salah satu lokasi yang paling sering diselimuti embun es karena memiliki area terbuka yang luas dan kondisi alam yang mendukung terbentuknya suhu sangat rendah pada malam hari.

Dengan suhu yang kini mencapai minus 1 derajat Celsius, wisatawan yang berkunjung ke Dieng diimbau untuk mengenakan pakaian hangat, menjaga kondisi tubuh, serta mempersiapkan perlengkapan yang memadai saat beraktivitas pada malam hingga pagi hari.

Keunikan embun upas yang hanya muncul pada waktu tertentu menjadikannya fenomena yang selalu dinantikan wisatawan, fotografer, dan pecinta alam setiap musim kemarau di Dieng.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.