MUSIBAH longsor terjadi di Dukuh Situkung Desa Pandanarum Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, Minggu (16/11/2026) sore. Dari musibah longsor di Pandanarum tersebut ada 221 warga yang mengungsi. Mereka adalah warga di tiga RT.
Dari informasi BPBD Banjarnegara juga terlihat bagaimana 221 pengungsi tersebut ada di kantor Kecamatan Pandanarum. Di saat petang terlihat ratusan orang yang terkena musibah tersebut ada di kantor Kecamatan Pandanarum.
Melalui video di Instagramnya, BPBD Banjarnegara menyebutkan bahwa dari longsor di Pandanarum itu ada 20 rumah yang terdampak. Sementara ada 2 jiwa yang terjebak di rumah dan akan dievakuasi. Adapun di daerah longsoran ada 700 jiwa atau 180 KK. BPBD sendiri akan memberikan info lanjutan terkait musibah longsor di Pandanarum ini.
BPBD Banjarnegara, TNI, Polri, relawan, pihak pemerintah desa, kecamatan, dan elemen lain, masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Sampai Minggu (16/11/2025) pukul 17.40 WIB, situasi longsoran sudah mulai terlihat tidak bergerak.
Gambaran Longsor di Pandanarum
Dari video amatir yang beredar, longsoran di Pandanarum tersebut memang mengerikan. Tanah bergerak longsor. Kemudian, tanah bergerak seperti air. Warga di sekitar juga terlihat panik. Sebagian yang melihat langsung longsor tersebut menangis.
Bukit yang longsor memang terlihat sangat tinggi. Sehingga pergerakan tanahnya terlihat sangat mengerikan. Perbukitan yang hijau tersebut terlihat sebagian seperti berlubah berwarna kecokelatan karena longsor.
Di Banyak Tempat
Longsor belakangan memang terjadi di banyak tempat. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah longsor di Majenang Cilacap. Musibah di Majenang Cilacap itu puluhan orang hilang dan sebagian sudah ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Banyak lembaga yang berada di luar Cilacap melakukan bantuan penanganan bencana di Majenang. Beberapa titik lain di Cilacap juga terjadi longsor.
Di Purbalingga, juga ada beberapa longsor yang terjadi seperti di Karangreja dan Karangjambu. Musibah serupa juga terjadi di beberapa titik di Kebumen.
Situasi hujan sangat lebat di wilayah Jawa Tengah memang diprediksi BMKG terjadi pada pekan ini. Hujan lebat itu berpengaruh pada kelembekan tanah, khususnya tanah yang ada di perbukitan.
*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.





