Lolos Babak 16 Besar Liga 4, Manajemen Persibangga Gelontorkan Total Bonus Rp45 Juta

Kurnia
Manajemen Persibangga Purbalingga memberikan bonus kepada para pemain dan ofisial usai berhasil lolos ke 16 besar Liga 4 Nasional. (Media Officer Persibangga)

Manajemen Persibangga Purbalingga kembali menunjukkan totalitasnya dalam mengawal perjuangan tim. Setelah sukses mengunci status juara grup dan mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar, langsung mengucurkan bonus tambahan senilai Rp30 juta untuk skuad pemain, tim pelatih, serta jajaran official.

Apresiasi berupa bonus segar tersebut diumumkan secara terbuka pasca-laga kontra PSIK Kuningan yang berlangsung di Stadion Goentoer Darjono, Senin (15/6/2026).

Bentuk Apresiasi Kerja Keras Tim Persibangga

Menurut penjelasan Uut, bonus ini merupakan ungkapan terima kasih atas dedikasi dan performa maksimal yang ditunjukkan seluruh anggota tim sepanjang fase 32 besar.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan pemain, pelatih, dan official. Mereka sudah bekerja keras, berkorban waktu, tenaga, dan pikiran demi membawa nama Persibangga. Bonus ini adalah bentuk penghargaan dari manajemen untuk seluruh tim,” kata Uut.

Sebelum mengucurkan bonus kelolosan sebesar Rp30 juta, pihak manajemen ternyata sudah rutin memberikan bonus senilai Rp7,5 juta pada tiap laga yang dimainkan. Jika diakumulasikan, total suntikan dana yang mengalir ke kantong tim selama mengarungi babak 32 besar ini menyentuh angka Rp45 juta.

Baca juga  Pelatih Persibangga Puji Mentalitas Pemain Usai Amankan Tiket 32 Besar Liga 4 Nasional

Nominal tersebut dinilai sebagian kalangan cukup luar biasa untuk kasta kompetisi Liga 4. Meski begitu, Uut memandang jaminan kesejahteraan serta suntikan motivasi penggawa tim sebagai fondasi utama dalam membentuk klub yang solid dan kompetitif.

Pendekatan Kekeluargaan Jadi Kunci Sukses

Uut memang dikenal sebagai figur manajer yang punya kedekatan emosional dengan para pemain dan official. Kehadirannya di pinggir lapangan, baik saat sesi latihan maupun pertandingan resmi, seolah menjadi pemandangan wajib. Baginya, menyuntikkan rasa kekeluargaan dan kepercayaan di internal tim memiliki porsi kepentingan yang sama besar dengan racikan taktik di lapangan.

“Saya ingin pemain merasa dihargai. Mereka berjuang membawa nama Purbalingga dan membahagiakan masyarakat. Ketika mereka berjuang sepenuh hati, sudah sepatutnya manajemen juga hadir memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

Manajer
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yanuar (hitam), saat mendampingi tim di pinggir lapangan. (Media Officer Persibangga)

Langkah Persibangga di babak 32 besar sendiri terbilang impresif. Tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman ini membuka laga perdana dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Cimahi United. Tren positif berlanjut di laga kedua lewat kemenangan tipis 3-2 atas Persemar Martapura. Pada partai pamungkas, Persibangga menyegel status juara grup setelah bermain sama kuat 1-1 kontra PSIK Kuningan.

Baca juga  Pemeliharaan Jalan Pujowiyoto Lambat, DPUPR Purbalingga Beri Teguran

Tetap Membumi Menuju Fase Berikutnya

Walau royal dalam memberikan penghargaan finansial, Uut mengingatkan anak asuhnya agar tidak menjadikan uang sebagai motivasi utama. Ia meminta seluruh elemen tim tetap rendah hati dan menjaga fokus pada fase selanjutnya.

“Saya selalu mengingatkan bahwa bonus bukan segalanya. Modal utama kita adalah kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat juang. Kalau semua itu terus dijaga, insyaallah prestasi datang dan bonus akan mengikuti. Mari kita terus berjuang untuk Persibangga dan masyarakat Purbalingga,” tegasnya.

Komitmen yang ditunjukkan Uut tidak sekadar diukur dari nilai rupiah, melainkan dari konsistensinya yang selalu hadir mendampingi tim. Di bawah komandonya, keharmonisan, perhatian ekstra pada pemain, serta sokongan penuh manajemen sukses menjelma menjadi senjata utama Laskar Jenderal Soedirman untuk terus melaju di panggung Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.

*Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.