PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP Mrica) menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan teknologi mitigasi bencana hidrologi dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS Serayu). Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat keselamatan bendungan, menjaga keberlanjutan sumber daya air, serta mendukung keandalan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan tim peneliti BRIN ke PLN Indonesia Power UBP Mrica untuk melakukan koordinasi program riset kebencanaan dan sumber daya kebumian yang berfokus pada kawasan DAS Serayu dan Waduk PB Soedirman.
Pertemuan ini menjadi wadah untuk mengintegrasikan kebutuhan operasional di lapangan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana.
BRIN Kembangkan Model Prediksi Banjir Bandang dan Risiko Keruntuhan Bendungan
Tim peneliti BRIN yang dipimpin Wiwiek Dwi Susanti memaparkan perkembangan penelitian bertajuk Pengembangan Model Banjir Bandang dan Risiko Keruntuhan Bendungan Berbasis Multi-Skenario di DAS Serayu–Waduk Mrica.
Riset tersebut bertujuan menghasilkan model prediksi yang mampu memetakan berbagai potensi risiko bencana hidrologi secara lebih akurat dan komprehensif.
Model yang tengah dikembangkan diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung dalam pengambilan keputusan, baik untuk menghadapi ancaman banjir bandang maupun situasi darurat yang berkaitan dengan infrastruktur bendungan.
Dengan pendekatan berbasis data dan berbagai skenario kebencanaan, hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah DAS Serayu.
PLN Indonesia Power Paparkan Strategi Pengelolaan Waduk PB Soedirman
Dalam kesempatan tersebut, jajaran PLN Indonesia Power UBP Mrica turut memaparkan berbagai langkah yang selama ini dilakukan untuk menjaga fungsi dan keberlanjutan Waduk PB Soedirman.
Upaya tersebut meliputi pengaturan operasi waduk, pemantauan kondisi bendungan secara berkala, pengendalian sedimentasi, hingga koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan DAS Serayu.
Selain menjadi sumber energi bersih melalui operasional PLTA Mrica, Waduk PB Soedirman juga memiliki peran penting dalam pengendalian tata air dan mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar.
Pertemuan juga dimanfaatkan sebagai forum pertukaran data dan informasi terkait karakteristik DAS Serayu, kondisi hidrologi, serta peluang pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air dan mitigasi risiko bencana.
Hadapi Perubahan Iklim, Sinergi Riset dan Industri Dinilai Semakin Penting
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskhito, menyambut baik kerja sama dengan BRIN. Menurutnya, sinergi antara lembaga penelitian dan sektor ketenagalistrikan menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
“PLN Indonesia Power UBP Mrica sangat mendukung kegiatan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi peningkatan keselamatan bendungan, keberlanjutan pengelolaan DAS, serta keandalan pembangkit listrik tenaga air. Kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah penting untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Wasis.
Ia menegaskan bahwa pemanfaatan hasil riset dan inovasi akan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan ketahanan lingkungan sekaligus menjaga pasokan energi bersih yang berkelanjutan.
Penelitian Diharapkan Perkuat Sistem Mitigasi Bencana di DAS Serayu
Selain melakukan diskusi teknis, tim BRIN juga melakukan peninjauan langsung ke Bendungan dan Waduk PB Soedirman untuk memperoleh gambaran aktual mengenai kondisi infrastruktur, pola operasi waduk, serta karakteristik wilayah penelitian.
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pengumpulan data guna memastikan model yang dikembangkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power UBP Mrica dan BRIN berharap dapat menghasilkan berbagai inovasi terapan yang bermanfaat bagi keselamatan masyarakat, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, serta perlindungan lingkungan di kawasan DAS Serayu.
Di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global, hasil riset ini diharapkan mampu menjadi fondasi bagi pengembangan sistem mitigasi bencana yang lebih adaptif dan responsif, sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan energi bersih dari Waduk PB Soedirman bagi masyarakat.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.



