Kesalahan kecil yang bisa merusak rumah tangga ada bererapa hal. Rumah tangga sering kali tidak hancur karena satu kejadian besar, tetapi karena kesalahan kecil yang dibiarkan menumpuk. Hal-hal sepele bisa berubah menjadi jurang lebar jika tidak diperhatikan sejak awal. Allah mengingatkan agar kita menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang merusak (QS. At-Tahrim: 6). Karena itu, memperbaiki hal kecil berarti mencegah bencana besar.
Pertama adalah mengabaikan komunikasi. Sering kali pasangan diam bukan karena tidak peduli, tetapi karena tidak tahu apa yang dirasakan satu sama lain. Rasulullah ﷺ selalu berdialog lembut dengan istri-istrinya, yang menunjukkan pentingnya komunikasi bernuansa kasih sayang. Satu kalimat baik bisa mencegah ratusan prasangka.
Ketika komunikasi hilang, prasangka buruk mulai tumbuh. Inilah yang Allah larang dalam QS. Al-Hujurat: 12, karena prasangka bisa merusak hubungan yang baik. Suami istri yang saling menuduh tanpa bukti hanya menambah luka. Pernikahan yang sehat harus dibangun di atas husnuzan, bukan kecurigaan.
Kedua adalah meremehkan perasaan pasangan. Banyak suami atau istri yang menertawakan keluhan kecil, padahal itu mungkin masalah besar di hati pasangannya. Rasulullah SAW tidak pernah meremehkan perasaan istrinya, bahkan ketika Aisyah cemburu. Sikap menghargai perasaan membuat hati pasangan merasa aman.
Ketika perasaan diabaikan, pasangan bisa mulai merasa tidak dihargai. Inilah bibit dinginnya hubungan. Padahal Allah memerintahkan kita untuk hidup dengan cara yang baik (mu’asyarah bil ma’ruf) dalam QS. An-Nisa: 19. Menghargai perasaan pasangan adalah bentuk ibadah.
Ketiga adalah enggan meminta maaf. Banyak orang merasa gengsi karena mengira meminta maaf berarti kalah. Padahal Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang meminta maaf adalah yang paling mulia akhlaknya. Permintaan maaf dapat mencairkan hati yang membeku.
Sebuah “maaf” sederhana bisa menutup pintu perselisihan yang besar. Namun jika ia tidak diucapkan, luka kecil bisa berubah menjadi dendam. Syaitan selalu mencari celah dari perkara sepele untuk membuat rumah tangga retak. Maka jangan beri ia kesempatan.
Keempat adalah mengabaikan waktu bersama. Kesibukan dunia sering membuat pasangan seperti dua orang asing yang tinggal di rumah sama. Rasulullah SAW menyediakan waktu khusus untuk istrinya meski beliau manusia tersibuk. Waktu berkualitas membuat cinta tetap segar.
Tanpa waktu bersama, hubungan kehilangan kehangatan. Rutinitas menumpulkan rasa, dan akhirnya pasangan merasa jauh secara emosional. Padahal hubungan suami istri memerlukan keintiman yang terus dipupuk. Sebagaimana tanaman yang tidak disiram, hubungan yang tidak diperhatikan akan kering.
Kelima adalah melupakan ucapan baik dan penghargaan. Terima kasih, maaf, dan kata-kata lembut adalah sedekah sebagaimana dijelaskan Rasulullah ﷺ. Banyak pasangan saling melayani tetapi lupa mengapresiasi. Padahal apresiasi kecil membuat hati pasangan berbunga.
Ketika pujian jarang diberikan, pasangan mulai merasa kurang berarti. Kehilangan nilai ini membuat hubungan melemah sedikit demi sedikit. Allah memerintahkan kita untuk berkata yang baik (QS. Al-Ahzab: 70). Karena itu, kata baik adalah penjaga keharmonisan.
Jika kesalahan kecil dibiarkan, ia akan membentuk dinding tebal antara suami dan istri. Mengabaikan hal kecil sama saja membuka pintu bagi masalah besar. Namun jika diatasi sejak awal, hubungan akan tetap kuat. Rumah tangga yang harmonis lahir dari perhatian pada detail kecil.
Para ulama sering menekankan bahwa rumah tangga adalah amanah besar yang harus dijaga dengan ilmu dan akhlak. Ibnul Qayyim mengatakan bahwa hati manusia mudah rusak bila tidak dijaga. Begitu pula hubungan suami istri, mudah retak bila dibiarkan tanpa pemeliharaan. Menjaga hal kecil adalah tanda kedewasaan.
Keharmonisan rumah tangga bukan hanya tentang cinta, tetapi tentang kesadaran. Kesadaran untuk memperbaiki diri, meminta maaf, mendengarkan, dan menghargai. Ketika dua orang mau mengoreksi kesalahan kecilnya, Allah akan menjaga rumah itu dari kehancuran. Dengan begitu, rumah tangga menjadi sumber ketenangan sampai akhir hayat.
Follow akun sosial media kami untuk update berita terbaru!





